Warga Apresiasi Cepatnya Pemulihan Listrik Gayo Lues Pasca Banjir Bandang
Setelah dihantam banjir bandang, warga Desa Tetingi, Gayo Lues, kini bisa bernapas lega. Pemulihan listrik Gayo Lues yang sigap mengembalikan penerangan, membuat aktivitas kembali normal dan Ramadhan lebih khusyuk.
Warga Desa Tetingi, Kecamatan Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas upaya cepat pemulihan jaringan listrik di wilayah mereka. Seluruh penduduk desa ini merupakan penyintas banjir bandang yang melanda beberapa waktu lalu. Tim gabungan berhasil mengembalikan pasokan listrik hanya dalam beberapa hari setelah bencana, membawa kembali harapan bagi masyarakat.
Sebelumnya, suasana gelap tanpa listrik sempat menjadi “sahabat” mereka pascabencana, membatasi berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk ibadah selama bulan Ramadhan. Maryani (35), salah seorang warga, menyebut bahwa kondisi tanpa penerangan sangat menyulitkan anak-anak untuk belajar dan keluarga beribadah. Namun, kini listrik telah menyala kembali, memungkinkan kehidupan berjalan lebih normal sampai saat ini.
Kepala Desa Tetingi, Mahmud, menjelaskan bahwa pemulihan jaringan listrik ini merupakan hasil kerja keras petugas PLN bersama tim gabungan. Proses perbaikan dilakukan seiring dengan pembukaan akses jalan yang sempat tertutup total akibat dampak bencana, memastikan infrastruktur penting kembali berfungsi.
Dampak Positif Pemulihan Listrik bagi Warga Tetingi
Pemulihan jaringan listrik di Desa Tetingi membawa dampak positif yang signifikan bagi kehidupan warga. Setelah sempat hidup dalam kegelapan pascabencana, kini aktivitas sehari-hari seperti belajar dan beribadah dapat kembali dilakukan dengan nyaman. Cahaya listrik menjadi penanda kembalinya harapan dan normalitas bagi masyarakat yang terdampak.
Maryani, salah satu warga, mengungkapkan kebahagiaannya karena listrik telah menyala sejak beberapa hari pertama setelah bencana. Ia menyoroti pentingnya penerangan, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan cahaya untuk belajar dan keluarga yang menjalankan ibadah Ramadhan. Ketersediaan listrik juga menjadi persiapan penting menjelang perayaan Lebaran.
Kondisi ini sangat berbeda dengan masa-masa awal pascabencana, di mana keterbatasan akses dan ketiadaan listrik membuat segala aktivitas menjadi sangat terbatas. Dengan pulihnya listrik, warga dapat kembali menjalankan rutinitas, meskipun kekhawatiran akan bencana susulan masih tetap ada mengingat curah hujan yang tinggi.
Upaya Cepat PLN dan Tim Gabungan dalam Perbaikan Infrastruktur
Kepala Desa Tetingi, Mahmud, memaparkan bahwa pemulihan jaringan listrik di desanya merupakan hasil kerja keras petugas PLN. Upaya perbaikan ini dilakukan secara paralel dengan pembukaan akses jalan yang sebelumnya terputus total akibat banjir bandang. Kolaborasi ini memastikan bahwa tim dapat mencapai lokasi dan melakukan perbaikan yang diperlukan.
Proses perbaikan jaringan listrik dimulai sekitar dua pekan setelah bencana, melibatkan tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, relawan, dan pihak terkait lainnya. Sinergi berbagai elemen ini mempercepat proses rehabilitasi infrastruktur kelistrikan yang vital bagi masyarakat. Petugas juga mendirikan beberapa tiang listrik baru untuk menggantikan tiang lama yang roboh diterjang arus deras banjir bandang hampir empat bulan yang lalu.
Selain perbaikan tiang, sejumlah rumah warga juga menerima penggantian meteran listrik baru dari petugas PLN. Hal ini dilakukan karena instalasi listrik sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang. Langkah ini memastikan bahwa pasokan listrik tidak hanya pulih, tetapi juga aman untuk digunakan oleh warga.
Kondisi Pascabencana dan Dukungan Pemerintah Pusat
Desa Tetingi merupakan salah satu wilayah yang paling parah terdampak banjir bandang, dengan 133 kepala keluarga atau 418 jiwa yang seluruhnya menjadi korban. Banjir bandang dari luapan Sungai Tripe ini menghanyutkan 33 rumah dan merusak berat 42 rumah lainnya, sehingga tidak layak huni. Hanya tersisa 24 rumah yang masih berdiri, namun kini beberapa telah dibangun kembali dan dialiri listrik sudah.
Meskipun listrik telah pulih, kekhawatiran akan bencana susulan masih membayangi warga Desa Tetingi. Curah hujan yang masih tinggi dan banyaknya titik rawan longsor membuat warga berharap tidak ada lagi banjir atau longsor susulan. Kepala Desa Mahmud menekankan pentingnya kewaspadaan mengingat kondisi geografis wilayah tersebut.
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, sebelumnya telah menegaskan komitmen pemerintah untuk terus melakukan penanganan di wilayah terdampak bencana di Aceh, termasuk Gayo Lues. Sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Tito menyebut bahwa pemulihan pasokan listrik menjadi indikator penting. Pasokan listrik yang sebelumnya hanya pulih sekitar 50 persen kini hampir sepenuhnya normal, bersama dengan ketersediaan bahan bakar dan sarana komunikasi.
- Desa Tetingi dihuni 133 kepala keluarga dengan total 418 jiwa, seluruhnya terdampak banjir bandang.
- Sebanyak 33 rumah hanyut dan 42 rumah rusak berat, menyisakan 24 rumah yang masih berdiri.
- Pemulihan listrik dilakukan oleh PLN dan tim gabungan (TNI, Polri, BPBD, relawan).
- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memimpin Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, memastikan pemulihan infrastruktur dasar seperti listrik.
Sumber: AntaraNews