Anggota DPR Apresiasi Optimalisasi Pemulihan Listrik Aceh Jelang Ramadhan
Anggota Komisi XII DPR RI Irsan Sosiawan Gading memuji PT PLN (Persero) atas progres pemulihan listrik Aceh pascabencana, memastikan ketersediaan energi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.
Anggota Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Irsan Sosiawan Gading menyampaikan apresiasi tinggi kepada PT PLN (Persero) atas upaya optimal dalam pemulihan infrastruktur energi di Aceh. Apresiasi ini diberikan menyusul bencana yang melanda wilayah tersebut dua bulan lalu, dengan fokus pada percepatan akses listrik bagi masyarakat. Pernyataan ini disampaikan Irsan setelah pertemuan Komisi XII DPR RI dengan PT PLN dan Pertamina Patra Niaga dalam kunjungan kerja spesifik ke Medan, Sumatera Utara, pada Kamis (12/2).
Langkah-langkah pemulihan yang telah dilakukan PLN menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses listrik, terutama menjelang bulan suci Ramadhan. Irsan Sosiawan Gading, yang juga merupakan anggota Komisi XII DPR RI Fraksi NasDem, menyoroti bahwa progres ini sangat menjanjikan dan membawa dampak positif bagi daerah-daerah terdampak bencana. Hal ini krusial agar aktivitas ibadah dan keseharian masyarakat dapat berjalan lancar tanpa hambatan energi.
Kondisi di wilayah Tamiang, yang sebelumnya terdampak cukup parah dengan sekitar 75 persen infrastruktur mengalami kerusakan, kini menunjukkan pemulihan signifikan. Meskipun demikian, pemulihan penerangan listrik di wilayah tersebut dinilai sudah cukup memadai dan dapat dinikmati kembali oleh masyarakat. Upaya cepat tanggap ini menjadi bukti nyata keseriusan PLN dalam melayani kebutuhan energi publik di tengah tantangan pascabencana.
Progres Pemulihan dan Tantangan Aksesibilitas
Berdasarkan data terbaru dari PLN, dari total 6.500 desa di Aceh, saat ini hanya tersisa 11 desa atau kurang dari satu persen yang pemulihan listriknya masih terhambat. Kendala utama yang dihadapi adalah akses jalan yang belum terbuka, menyebabkan beberapa wilayah masih terisolasi. Tujuh dari desa-desa tersebut berada di Kabupaten Aceh Tengah, sementara masing-masing satu desa tersebar di Kabupaten Aceh Barat, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Bireuen.
Irsan Sosiawan Gading menjelaskan bahwa pemulihan jaringan kelistrikan tidak selalu berbanding lurus dengan penyalaan listrik pelanggan. Pemulihan jaringan sangat bergantung pada akses jalan untuk distribusi dan perbaikan material, sedangkan penyalaan listrik pelanggan juga bergantung pada kondisi rumah warga yang sebagian masih mengalami kerusakan, baik sebagian maupun seluruhnya. Proses ini membutuhkan pendekatan bertahap dan koordinasi yang intensif.
Meskipun demikian, capaian pemulihan yang sudah mencapai hampir 98 persen patut diberikan apresiasi. Angka ini menunjukkan dedikasi dan kerja keras PLN di lapangan. Dukungan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui program pengadaan 1.000 genset juga sangat membantu mempercepat pemulihan, khususnya untuk desa-desa yang masih terisolasi. Dengan bantuan genset ini, seluruh desa, termasuk yang akses jalannya belum terbuka, sudah mendapatkan pasokan listrik di titik-titik strategis.
Kesiapan PLN Sambut Ramadhan dan Idul Fitri
Menjelang bulan suci Ramadhan dan perayaan Idul Fitri, PLN telah melakukan persiapan matang untuk memastikan pasokan listrik yang stabil. Irsan Sosiawan Gading menegaskan bahwa persiapan ini bertujuan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman tanpa khawatir akan gangguan listrik. Ketersediaan listrik yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kekhusyukan ibadah dan kelancaran kegiatan sosial keagamaan.
Meskipun masih ada kekurangan di beberapa titik, pihak PLN berkomitmen untuk terus memenuhi kebutuhan listrik secara bertahap sampai seluruh wilayah terdampak sepenuhnya terealisasi. Fokus utama adalah memastikan bahwa masyarakat sudah mendapatkan listrik dan operasional kembali berjalan normal. Komitmen ini mencerminkan tanggung jawab PLN sebagai penyedia energi vital bagi masyarakat.
Kesiapan ini juga melibatkan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk mengantisipasi potensi kendala dan merespons cepat setiap permasalahan yang mungkin timbul. Dengan demikian, diharapkan tidak ada kendala berarti yang mengganggu kenyamanan masyarakat Aceh selama periode Ramadhan dan Idul Fitri.
Sumber: AntaraNews