Penjelasan Kemhan soal Kapal Pesiar Berlogo Instansi

Kemhan menjelaskan kapal berlogo instansi yang viral di medsos. Ada keterangan soal status kepemilikan, penugasan, hingga dukungan untuk proyek pangan.

Jonathan Pandapotan Purba
Penjelasan Kemhan soal Kapal Pesiar Berlogo Instansi
Kapal pesiar berlogo instansi Kementerian Pertahanan viral di media social (Istimewa)

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kemhan), Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, buka suara terkait kapal pesiar berlogo Kemhan yang viral di media sosial.

Rico menegaskan kapal tersebut merupakan milik swasta yang dikerahkan untuk mendukung operasi dan kebutuhan logistik program strategis nasional, khususnya percepatan ketahanan pangan di berbagai wilayah Indonesia.

"Pemanfaatannya diarahkan penuh untuk menyokong kerja besar negara dalam mewujudkan swasembada pangan," ujar Brigjen TNI Rico seperti dilansir Antara, Sabtu (15/8).

Menurut Rico, pemasangan logo Kemhan pada kapal tersebut menunjukkan aktivitas operasional armada berada di bawah otoritas dan penugasan pemerintah.

Kapal itu digunakan untuk mendukung kegiatan serta mobilisasi kebutuhan program ketahanan pangan di sejumlah wilayah Indonesia. Salah satunya di Wanam, Papua Selatan, serta sejumlah wilayah di Kalimantan dan Sumatera.

Kapal pesiar ekspedisi J7 Explorer sebelumnya menjadi sorotan di media sosial setelah warganet menemukan logo resmi Kemhan terpasang pada lambung kapal mewah sepanjang 120 meter tersebut.

Milik Haji Isam

Pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Samsudin Arsyad atau Haji Isam, mengakui J7 Explorer merupakan miliknya. Kapal berbobot 8.076 GT itu disebut dibangun di Batam dan rampung pada 2022.

Namun, kapal tersebut tidak digunakan untuk sekadar keperluan wisata. Isam mengatakan J7 Explorer "disulap" menjadi kapal induk atau pangkalan bergerak (floating base camp) untuk mendukung proyek pencetakan sawah skala besar di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Menurut Isam, kondisi geografis Papua Selatan yang terisolasi dan minim infrastruktur darat membuat keberadaan kapal tersebut sangat krusial.

J7 Explorer berfungsi sebagai pusat koordinasi, tempat tinggal sementara para tenaga ahli, sekaligus titik tumpu rantai logistik di tengah keterbatasan akses menuju lokasi proyek.

Ia menegaskan keterlibatan J7 Explorer merupakan bentuk kontribusi swasta dalam mendukung agenda prioritas ketahanan pangan pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Untuk mengejar target pencetakan sawah di Merauke, kata Isam, ribuan unit alat berat serta tenaga profesional dari dalam dan luar negeri diterjunkan langsung ke lokasi proyek.

"Sekitar 2.000 ekskavator didatangkan dari China. Selain itu, tenaga ahli dari China, Jepang, dan Eropa juga dilibatkan untuk mendukung pekerjaan di lapangan," ungkap Isam.

Rekomendasi