Gempa NTT berkekuatan magnitudo 7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Evakuasi darurat dilakukan RSUD Komodo, Labuan Bajo. Puluhan pasien dipindahkan ke area terbuka menyusul kerusakan pada sebagian bangunan rumah sakit.
Guncangan kuat itu berpusat di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer. Peringatan dini tsunami sempat dikeluarkan sebelum akhirnya dicabut setelah evaluasi.
Laporan kerusakan juga datang dari sejumlah daerah lain di Nusa Tenggara Timur, termasuk Kabupaten Sikka, Nagekeo, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Ende. Di beberapa rumah sakit, pasien dipindahkan ke halaman untuk mengantisipasi gempa susulan.
Advertisement
Evakuasi Pasien RSUD Komodo Labuan Bajo
Di Labuan Bajo, pasien RSUD Komodo dilanda kepanikan saat gempa terjadi. Manajemen rumah sakit segera mengevakuasi pasien ke halaman demi keselamatan, sembari menunggu situasi stabil.
Kepala Seksi Pelayanan Medik RSUD Komodo, dr. Florida Pantas, menyebut langkah ini diambil sembari menantikan informasi resmi mengenai potensi gempa susulan. "Seluruh pasien langsung dikeluarkan saat gempa terjadi. Kami tunggu informasi BMKG soal gempa susulan sebelum memastikan boleh kembali masuk gedung," ujarnya.
Evakuasi mencakup bayi, anak-anak, hingga dewasa. Dua pasien ICU dan dua pasien HCU turut dipindahkan ke area aman dengan pendampingan tenaga kesehatan. "Dua bayi sudah diamankan. Pasien ruang intensif yang masih butuh oksigen pun sudah tertangani perawatnya, syukurlah tak butuh alat bantu napas saat ini," kata Florida.
Pihak rumah sakit juga mengonfirmasi sebagian gedung mengalami kerusakan akibat guncangan, sehingga aktivitas perawatan sementara difokuskan di area terbuka sampai ada kepastian keamanan struktur.
Advertisement
RSUD Ruteng dan TC Hillers Pindahkan Pasien ke Luar
Langkah serupa dilakukan RSUD Ruteng dan RSUD TC Hillers Maumere. Seluruh pasien dipindahkan ke halaman untuk mengurangi risiko jika terjadi gempa susulan yang berpotensi merusak bangunan.
Direktur RSUD Ruteng, dr. Oktavianus Yanuarius, menyampaikan adanya kerusakan di beberapa bagian gedung. Menurutnya, rincian kerusakan dan kondisi pasien masih dalam proses pendataan oleh tim internal.
Pelayanan medis darurat tetap berjalan dengan penyesuaian di luar ruangan. Tenaga kesehatan memprioritaskan pasien dengan kebutuhan khusus, termasuk pemantauan penggunaan oksigen dan obat-obatan esensial.
Advertisement
Evakuasi Mandiri
Gempa berpusat di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer. Guncangan kuat terasa di berbagai kabupaten di Flores, memicu respons evakuasi mandiri di fasilitas publik.
Peringatan dini tsunami sempat dikeluarkan tak lama setelah gempa, sebelum akhirnya dicabut menyusul hasil evaluasi. Warga yang sempat menjauhi garis pantai secara bertahap kembali ke lokasi aman setelah pemberitahuan tersebut.
Masyarakat diimbau tetap merujuk pada informasi resmi BMKG serta mengikuti arahan pemerintah daerah terkait potensi gempa susulan dan pemeriksaan keamanan bangunan.