Kapolri Suyudi Ario Seto menghadiri Acara Pengantar Tugas untuk Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Jenderal Dedi Prasetyo di Aula Lantai 9 Gedung Bareskrim Polri, Jumat (2/10). Agenda internal tersebut berlangsung tertutup sebelum rangkaian tradisi pelepasan di Gedung Tri Brata.
Menurut pantauan Liputan6.com, sejumlah pejabat Polri tampak keluar melalui pintu utama Gedung Bareskrim Polri, termasuk Kabareskrim Polri Komjen Syahar Diantono, Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri, hingga para kapolda dari berbagai daerah. Selain jajaran Polri, hadir pula Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, KSAL Laksamana Muhammad Ali, KSAU Marsekal TNI Mohammad Tony Harjono, serta Jaksa Agung ST Burhanuddin.
Sekitar pukul 21.27, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto bersama Wakapolri Komjen Wahyu Hadiningrat, didampingi Kapolri dan Wakapolri sebelumnya, keluar dari Gedung Bareskrim. Mereka menaiki mobil buggy menuju Lobi Utama Gedung Tri Brata untuk melanjutkan rangkaian Acara Tradisi Pelepasan. Tidak ada pernyataan yang disampaikan Kapolri maupun Wakapolri saat itu.
"Terima kasih, terima kasih ya," kata Sigit saat bersama Suyudi di mobil buggy, Jumat (2/10).
Sebelumnya, Mabes Polri menggelar Upacara Tradisi Penyerahan Panji-Panji Polri di Lapangan Bhayangkara pada hari yang sama. Kegiatan ini merupakan rangkaian serah terima jabatan Kapolri dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada Jenderal Suyudi Ario Seto.
Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Kapolri Jenderal Suyudi tiba di Lapangan Bhayangkara sekitar pukul 16.20 WIB didampingi Kapolri sebelumnya, Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sejumlah pejabat tinggi Polri turut hadir, salah satunya Jenderal Dedi Prasetyo yang kini menjabat Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN). Wakapolri baru Komjen Wahyu Hadiningrat bersama sejumlah perwira tinggi Polri juga mengikuti rangkaian upacara.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa tradisi tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghormatan terhadap pengabdian dan peneguhan nilai-nilai di tubuh Polri.
"Ya tentunya makna ini sebagai bentuk penghormatan terhadap perjalanan, pengabdian pejabat di Polri yang telah melaksanakan tugas, sekaligus peneguhan kembali nilai-nilai dan tentunya adalah amanah institusi dalam menyongsong kepemimpinan berikutnya," kata Trunoyudo usai upacara, Jumat (2/10/2026).
Ia menambahkan, Panji-Panji Polri Tribrata menjadi bagian penting dalam tradisi tersebut karena merupakan simbol kehormatan sekaligus nilai-nilai luhur yang menjadi pedoman pelaksanaan tugas Polri.