Viral Dugaan Penganiayaan ABK Kapal Cumi di Muara Baru, Polisi Ungkap Pemicu

Video dugaan penganiayaan ABK di Muara Baru viral. Kapolres Tanjung Priok menyebut empat korban dari KM Maulana 23. Ini temuan awal dan langkah polisi.

Rifqy Alief Abiyya
Oleh Rifqy Alief Abiyya - Reporter
Viral Dugaan Penganiayaan ABK Kapal Cumi di Muara Baru, Polisi Ungkap Pemicu
Ilustrasi Penganiayaan. (AI ChatGPT)

Video dugaan penganiayaan terhadap anak buah kapal (ABK) di kapal penangkap ikan beredar luas di media sosial. Unggahan itu memperlihatkan sejumlah ABK di kawasan Muara Baru diduga dipukul dan ditendang.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri menyebut ada empat korban yang direkrut untuk bekerja di kapal cumi KM Maulana 23.

Menurut Alrasyidin, para korban direkrut dan berangkat dari Pelabuhan Muara Baru. Dia menyampaikan keterangan awal soal keberangkatan para ABK tersebut.

"Setelah dilakukan perekrutan, mereka berangkat melalui Dermaga Pelabuhan Muara Baru," kata Alrasyidin kepada awak media, Jumat (2/10/2026).

Berdasarkan pendalaman sementara, kapal diketahui berangkat pada akhir Juli dengan tujuan Merauke. Pada awal Agustus, pengurus kapal menghubungi ibu salah satu korban, Ilhasini, dan menyampaikan bahwa anaknya sakit beri-beri serta telah menjalani perawatan di Rumah Sakit Dobo, wilayah hukum Kepulauan Aru.

Dalam pemeriksaan awal, polisi menduga para ABK mengalami kekerasan jika tidak memenuhi target tangkapan, termasuk cumi-cumi maupun komoditas lain.

"Setelah kita dalami, ternyata dugaan sementara korban memang dilakukan penganiayaan apabila tidak mencapai satu target untuk menangkap cumi-cumi maupun komoditi lainnya," kata dia.

Selain itu, penyidik menemukan dugaan ketidaksesuaian antara informasi yang disampaikan pengurus kapal dan kondisi korban. Korban diduga tidak mendapatkan perawatan sebagaimana disebut telah dilakukan di rumah sakit.

Kapolres menegaskan pihaknya berkoordinasi dengan Polres Kepulauan Aru serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dia menekankan keselamatan korban menjadi perhatian utama.

"Saat ini prioritas pertama kami adalah menyelamatkan korban-korban ini, menyelamatkan kesehatan fisik, kesehatan mentalnya," ungkap Alriansyah.

Langkah pengamanan juga dilakukan terhadap kapal yang bersangkutan melalui kerja sama lintas wilayah.

"Kita juga sudah koordinasi dengan Polres Kepulauan Aru dan Polres Kepulauan Aru bekerja sama dengan KKP juga saat ini dalam upaya mengamankan kapal penangkap cumi tersebut," sambungnya.

Rekomendasi