Gempa besar berkekuatan magnitudo 7,0 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pagi. Gempa tersebut diduga kuat berkaitan dengan aktivitas Sesar Naik Flores.
Wilayah utara Pulau Flores menjadi salah satu daerah yang terdampak karena pusat gempa berada di sekitar Mbay, Kabupaten Nagekeo.
Sesar Naik Busur Belakang Flores atau Flores Back-Arc Thrust merupakan sistem sesar naik di dasar laut sebelah utara Pulau Flores. Struktur tersebut membentang ratusan kilometer hingga kawasan Sumbawa, Lombok, dan Bali.
Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, mengatakan sebaran episentrum gempa utama dan gempa susulan membentuk kluster berarah barat-timur yang sejajar dengan jalur Sesar Naik Flores.
Data aktivitas gempa signifikan di Flores juga menunjukkan mekanisme sesar naik dengan kemiringan sesar ke arah selatan. Menurut Daryono, rangkaian aktivitas tersebut berkaitan erat dengan aktivitas Sesar Naik Flores.
“Hasil analisis sementara terhadap data Gempa Flores hari ini menunjukkan ada keterkaitan erat dengan aktivitas Sesar Naik Flores,” kata Daryono dalam keterangannya.
Daryono mencatat Sesar Naik Flores pernah memicu lima gempa kuat, sebagian di antaranya disertai tsunami di kawasan Bali dan Nusa Tenggara.
Salah satu catatan tertua adalah gempa M 7,0 yang memicu tsunami di Bali utara dan Lombok pada 22 November 1815.
Gempa kuat berikutnya berkekuatan M 7,5 mengguncang Bima pada 28 November 1836. Kemudian, gempa M 7,0 memicu tsunami di Bali dan Lombok pada 13 Mei 1857.
Selanjutnya, gempa M 6,6 mengguncang Seririt, Bali, pada 14 Juli 1976. Gempa tersebut merusak 67.419 rumah dan menyebabkan 559 orang meninggal dunia di Bali.
Pada 12 Desember 1992, gempa Flores berkekuatan M 7,8 memicu tsunami dan menyebabkan lebih dari 2.500 orang meninggal dunia. Sementara gempa kuat di Lombok juga tercatat dalam sejarah aktivitas Sesar Naik Flores dan hingga kini masih diikuti gempa susulan.
“Catatan gempa kuat dan tsunami masa lalu di atas menjadi bukti akan aktifnya Sesar Naik Flores,” ujar Daryono.
Advertisement
Waspada Ancaman Sesar Naik Flores
Daryono mengingatkan gempa yang terjadi hari ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap ancaman yang bersumber dari Sesar Naik Flores.
“Ke depan, potensi gempa di kawasan utara Bali hingga Nusa Tenggara yang bersumber dari Sesar Naik Flores tetap ada dan patut diwaspadai karena ini adalah ancaman gempa dan tsunami yang permanen,” jelas Daryono.
Menurut Daryono, gempa tersebut juga menjadi pelajaran tentang pentingnya strategi mitigasi yang tepat agar korban dan kerusakan dapat ditekan.
“Melihat banyaknya bangunan rumah yang rusak, penting ada upaya nyata dan serius dalam merealisasikan bangunan tahan dan aman gempa. Jika tidak, setiap terjadi gempa kuat, masyarakat akan terus menjadi korban,” tutup Daryono.