Puluhan pasien bersama tenaga kesehatan RSUD TC Hillers harus meninggalkan gedung rumah sakit dan dievakuasi ke halaman parkir setelah gempa bermagnitudo 7,0 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi.
Evakuasi dilakukan untuk mengantisipasi gempa susulan dan memastikan keselamatan pasien.
Petugas kemudian mendirikan tenda darurat di halaman rumah sakit untuk melanjutkan pelayanan kesehatan. Pasien tetap mendapat penanganan meski harus dirawat di luar gedung.
Sesaat setelah guncangan kuat terasa, kepanikan terjadi di lingkungan rumah sakit. Pasien dan tenaga kesehatan bergegas keluar dari gedung menuju halaman untuk menyelamatkan diri.
Tim BPBD Sikka, Dinas Sosial, Polres Sikka, dan Kodim Sikka turut membantu mendirikan tenda darurat untuk menunjang pelayanan pasien.
Gempa besar itu juga menyebabkan sejumlah bangunan di Kabupaten Sikka rusak. Ruang tunggu Pelabuhan Laurentius Say Maumere menjadi salah satu bangunan yang terdampak dan mengalami kerusakan berat hingga menimbulkan korban jiwa.
Wakil Bupati Sikka Simon Subandi mengatakan pasien untuk sementara dirawat di tenda darurat dengan dukungan puluhan tenaga medis dan perlengkapan kesehatan. Pasien yang dievakuasi terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa.
Ia meminta pasien tetap tenang dan bersabar hingga kondisi kembali aman.
Hingga berita ini diturunkan, penanganan dan pendataan dampak gempa masih berlangsung. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Advertisement
BPBD Bergerak Cepat
Kepala BPBD Kabupaten Sikka Margaretha Femmy Bapa mengatakan pemerintah daerah bersama BPBD telah mengambil langkah cepat pascagempa.
“Untuk saat ini pemerintah dan BPBD sudah mengambil langkah cepat dengan melakukan pembangunan tenda-tenda darurat, baik di rumah sakit maupun tempat-tempat vital lainnya,” ujar Femmy.
Ia meminta masyarakat Kabupaten Sikka tidak panik berlebihan, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti perkembangan informasi resmi.
“Kami meminta kepada masyarakat Sikka untuk tidak panik berlebihan, namun tetap mengikuti petunjuk dari BMKG yang selalu memberikan informasi terkini,” tegasnya.