Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,1 mengguncang Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (4/10/2026). Sejumlah bangunan dilaporkan rusak, termasuk rumah warga dan gedung sekolah.
Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, menyebut kerusakan dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Kodi.
"Di wilayah kecamatan Kodi, tidak hanya rumah warga, tapi gedung sekolah juga banyak yang rusak," kata Ratu Ngadu Bonu Wulla.
Ia menambahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumba Barat Daya masih melakukan pendataan awal untuk memetakan dampak gempa.
"Nanti saya informasikan setelah BPBD melakukan pendataan," tandas Ratu Ngadu Bonu Wulla.
Bupati mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak terpengaruh kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta menjauhi bangunan yang retak atau rusak.
"Sudah ada informasi dari BMKG bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami," katanya.
Advertisement
10 Rumah Rusak Berat di Weepangali
Kepala Desa Weepangali, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Fransiskus Umbu Gete, menyatakan getaran M 6,1 menyebabkan 10 rumah warganya mengalami kerusakan berat.
Ia menjelaskan, kesepuluh rumah tersebut tersebar di dua dusun, yakni Dusun II dan Dusun IV.
"Tidak ada korban jiwa di desa saya, hanya ada 10 rumah yang rusak berat," ujar Fransiskus Umbu Gete, Minggu (4/9/2026).
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Sumba Barat Daya, Stefanus Malo, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan jumlah total rumah dan fasilitas umum yang terdampak.
"Saat ini kami sedang melakukan pendataan. Nanti saya kabari lagi," tutup Stefanus Malo.
Advertisement
Gempa M 6,1 Sumba Barat Daya
Gempa bumi Magnitudo 6,1 terjadi pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 05.55 WIB. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), parameter gempa menunjukkan pusat guncangan berada di koordinat 9,7 Lintang Selatan dan 118,92 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.
BMKG menyatakan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti arahan dari pihak berwenang serta BMKG.