Prabowo Ceritakan Kisah Risky di Sidang MPR, Anak Penjual Ikan Kembali Sekolah

Presiden Prabowo menekankan program Sekolah Rakyat dan menceritakan perjalanan Muhammad Risky Pratama, 12 tahun, yang kembali bersekolah.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Prabowo Ceritakan Kisah Risky di Sidang MPR, Anak Penjual Ikan Kembali Sekolah
Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). (AP/ Dita Alangkara)

Presiden Prabowo Subianto menempatkan program Sekolah Rakyat sebagai salah satu prioritas dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR di Kompleks MPR/DPR Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Ia menegaskan pentingnya intervensi negara untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui akses pendidikan yang setara.

Dalam paparannya, Prabowo juga mengangkat kisah Muhammad Risky Pratama, siswa 12 tahun yang sempat putus sekolah dan kini kembali belajar melalui program Sekolah Rakyat Menengah Pertama 2 Medan.

Ia menyampaikan bahwa kondisi ekonomi keluarga tidak seharusnya membuat anak kehilangan kesempatan bersekolah, sejalan dengan amanat konstitusi tentang peran negara dalam menjamin warga yang membutuhkan.

Program Sekolah Rakyat dan Fasilitas yang Disiapkan

Prabowo menjelaskan Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama bagi anak-anak dari keluarga paling tidak berdaya. Selain pembelajaran di kelas, sekolah menyiapkan kebutuhan dasar dan ekosistem pendukung agar siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman.

"Kita juga membangun Sekolah Rakyat. Sekolah berasrama bagi anak dari keluarga paling tidak berdaya, dengan ruang kelas, tempat tinggal, makanan bergizi, komputer, guru, dan lingkungan yang aman. Kita ingin memutuskan lingkaran kemiskinan," kata Prabowo dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR di Kompleks MPR/DPR Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Ia menekankan kembali bahwa akses pendidikan merupakan hak setiap anak, tanpa terkecuali, dan negara berkewajiban hadir ketika keluarga menghadapi kesulitan ekonomi.

"Kalau orang tua mengalami kondisi kemiskinan, anak-anak mereka tidak boleh. Sesuai Pasal 34 Undang Undang Dasar Negara kita, negara harus intervensi," ujarnya.

93 Sekolah Permanen, 182 Termasuk Rintisan

Pemerintah disebut telah mengoperasikan puluhan Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Jumlah tersebut mencakup sekolah permanen yang sudah berjalan, serta unit rintisan yang tengah dikembangkan.

"Hari ini, 93 Sekolah Rakyat permanen kita buka. Ditambah Sekolah Rakyat rintisan, total sudah 182 Sekolah Rakyat kita buka," katanya.

Ia menambahkan, program ini menyasar anak-anak dari keluarga yang paling membutuhkan agar mereka memperoleh kesempatan pendidikan yang layak dan setara.

Kisah Muhammad Risky Pratama, Anak Penjual Ikan

Di antara siswa penerima manfaat adalah Muhammad Risky Pratama. Sebelum kembali bersekolah, Risky pernah mengayuh sepeda hingga puluhan kilometer sambil membawa sekitar 30 kilogram ikan untuk dijual. Ia sempat putus sekolah; kemampuan membaca dan menghitungnya kala itu belum lancar.

Prabowo sempat mengajak para pejabat yang hadir untuk memperhatikan tubuh Rizky yang kurus, namun sanggup mengayuh sepeda dengan beban 30 kilogram ikan.

"Rizky, berdiri lagi. Rizky, berdiri lagi. Bayangkan badan seperti ini naik sepeda membawa 30 kg ikan, luar biasa kau, Rizky. Kau anak yang baik," ucap dia.

Kini, Risky kembali duduk di bangku Sekolah Rakyat Menengah Pertama 2 Medan dan mendapatkan kesempatan untuk menata ulang cita-citanya.

"Hari ini, Risky kembali ke sekolah. Ia mendapatkan kembali haknya untuk belajar dan menata cita-cita. Tidak ada investasi yang lebih berharga daripada mengembalikan masa depan seorang anak," kata Prabowo.
Rekomendasi