Momen Siswa MTs di Aceh Tamiang Gotong Royong Bareng TNI Bersihkan Sekolah Terdampak Banjir
Siswa-siswa Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTSS) Yaspendi bekerja sama dengan anggota TNI untuk membersihkan ruang kelas yang terkena dampak banjir.
Di Jalan Pekan Sungai Iyu, Desa Sungai Iyu, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, siswa-siswa Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTSS) Yaspendi melakukan gotong royong bersama anggota TNI untuk membersihkan ruang kelas yang terkena dampak banjir.
Berdasarkan informasi yang diterima pada Minggu (11/1), para siswa tampak antusias saat membersihkan salah satu kelas, dengan semangat mereka secara estafet memindahkan buku-buku pelajaran yang basah dari rak yang rusak akibat terendam air.
Sementara itu, dua anggota TNI terlihat sibuk mengeruk lumpur yang masih menutupi lantai ruang kelas. Anggota TNI lainnya menyiapkan gerobak dorong roda tiga untuk mengangkut sampah sisa banjir agar dapat segera dibuang.
Para siswa secara sukarela membantu para prajurit TNI dalam membersihkan lingkungan sekolah mereka, agar tempat tersebut dapat segera digunakan kembali untuk kegiatan belajar mengajar.
Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang, pada akhir bulan November lalu mengakibatkan sejumlah fasilitas pendidikan terpengaruh. Beberapa sekolah di kecamatan tersebut terendam banjir selama beberapa bulan, sehingga aktivitas belajar mengajar sempat terhenti.
Pembersihan Bertahap
Setelah banjir surut, proses pembersihan sekolah dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan TNI, guru, siswa, dan masyarakat setempat. Langkah ini diambil untuk mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan pascabencana.
Meskipun beberapa sekolah masih dalam kondisi belum sepenuhnya bersih dan layak pakai, siswa dan guru telah kembali ke sekolah untuk melanjutkan kegiatan belajar mengajar sejak Senin, 4 Januari 2026. Pembelajaran dilakukan secara bertahap sambil menunggu proses pembersihan dan perbaikan ruang kelas selesai.
Kerja sama antara siswa dan TNI menjadi bagian penting dalam upaya pemulihan pendidikan di Aceh Tamiang, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian di tengah situasi pascabencana. Hal ini menunjukkan bahwa komunitas dapat bersatu untuk mengatasi tantangan dan membangun kembali masa depan pendidikan yang lebih baik.