Heboh Asap Hitam Pekat Membumbung Tinggi dari Pabrik BYD di Subang, Polisi Ungkap Fakta Sesungguhnya
Dalam video yang beredar, terlihat kepulan asap membumbung tinggi dari kawasan pabrik sehingga memunculkan dugaan telah terjadi kebakaran.
Kemunculan asap hitam pekat dari area pabrik PT BYD Motor Indonesia di Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, sempat menghebohkan warga dan ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat kepulan asap membumbung tinggi dari kawasan pabrik sehingga memunculkan dugaan telah terjadi kebakaran.
Namun, polisi memastikan peristiwa tersebut bukan kebakaran seperti yang ramai dinarasikan di media sosial. Kapolres Subang AKBP Doni Wicaksono menjelaskan bahwa pabrik PT BYD Motor Indonesia masih berada dalam tahap pembangunan.
Asap hitam yang terlihat berasal dari material styrofoam yang berada di area pemasangan wiremesh.
"Itu pabriknya masih dibangun. Bukan kebakaran," kata Doni saat dikonfirmasi, Kamis (4/6).
Menurutnya, hingga saat ini tidak ditemukan adanya indikasi kebakaran yang menghanguskan bangunan atau fasilitas di lokasi proyek tersebut.
Asap Diduga Berasal dari Styrofoam
Doni menjelaskan, asap diduga muncul dari material styrofoam yang berada di area konstruksi. Material tersebut kemungkinan terkena panas matahari sehingga menimbulkan kepulan asap berwarna hitam.
Wiremesh sendiri merupakan rangkaian anyaman kawat baja atau besi berbentuk jaring yang dilas secara bersilang dan umumnya digunakan sebagai tulangan dalam konstruksi beton.
Meski demikian, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti munculnya asap tersebut.
"Lagi diselidiki penyebab pastinya," ucap dia.
Polisi Periksa Sejumlah Saksi
Untuk mengungkap penyebab kejadian secara menyeluruh, kepolisian telah meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi saat peristiwa terjadi.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan mengatakan, hingga saat ini setidaknya dua saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik.
"Dalam kejadian ini hanya kerugian materi, tidak ada korban," kata dia.
Polisi memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Peristiwa itu hanya menimbulkan kerugian material dan sempat memicu kepanikan setelah videonya beredar luas di media sosial.
Saat ini, aparat masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber munculnya asap sekaligus menghindari spekulasi yang berkembang di masyarakat.