Terungkap! Percikan Api Blower Jadi Pemicu Awal Kebakaran Pabrik Tekstil di Cikancung Bandung
Polda Jabar selidiki penyebab kebakaran pabrik tekstil PT Mastex Jaya Lestari di Cikancung Bandung. Saksi sebut percikan api blower jadi awal, kerugian masih dihitung.
Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) kini tengah mendalami penyebab pasti insiden kebakaran besar yang terjadi. Peristiwa ini melanda pabrik tekstil PT Mastex Jaya Lestari pada Minggu (2/11) sore. Lokasi kejadian berada di Desa Cikasungka, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, menimbulkan kerugian yang signifikan.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 15.30 WIB ini diduga kuat bermula dari percikan api pada bagian blower. Api kemudian dengan cepat membesar dan menjalar ke seluruh bagian atap pabrik, membuat upaya pemadaman menjadi sangat menantang. Pihak berwenang dari kepolisian dan pemadam kebakaran masih terus berupaya memadamkan sisa-sisa api.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyatakan bahwa tim gabungan fokus menangani pemadaman dan pendinginan di lokasi. Sementara itu, proses penyelidikan intensif juga sedang berlangsung untuk mengungkap penyebab sebenarnya dari musibah ini. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian tragis tersebut.
Kronologi dan Upaya Pemadaman Awal
Insiden kebakaran pabrik tekstil PT Mastex Jaya Lestari ini bermula dari laporan saksi mata yang berada di lokasi. Mereka melihat adanya percikan api yang muncul di bagian atas blower sekitar pukul 15.30 WIB. Percikan tersebut dengan cepat membesar dan kemudian menjalar ke atap bangunan pabrik, menciptakan kobaran api yang sulit dikendalikan.
Upaya pemadaman awal sempat dilakukan oleh saksi menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang tersedia. Namun, kobaran api yang membesar dengan sangat cepat membuat usaha tersebut tidak membuahkan hasil signifikan. Sifat bahan kain benang yang diproduksi pabrik, yang sangat mudah terbakar, menjadi salah satu faktor utama sulitnya mengendalikan api.
Kombes Pol Hendra Rochmawan menjelaskan bahwa petugas pemadam kebakaran menghadapi tantangan besar dalam memadamkan api. Mereka harus berjuang keras memadamkan api yang melahap material mudah terbakar dalam skala besar. Sebanyak 15 unit pemadam kebakaran dari berbagai daerah dan satu unit water cannon kepolisian dikerahkan ke lokasi untuk membantu penanganan.
Penyelidikan dan Dampak Kebakaran
Pihak kepolisian, melalui Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan, menegaskan fokus penyelidikan yang komprehensif. Mereka akan mendalami penyebab pasti kebakaran pabrik tekstil ini serta menghitung total kerugian material yang diderita. Proses ini akan terus berlanjut hingga semua data dan bukti terkumpul secara menyeluruh.
Meskipun api menjalar dengan cepat dan menimbulkan kerusakan parah pada struktur bangunan, Kombes Pol Hendra Rochmawan memastikan tidak ada korban jiwa. "Puji syukur, informasi awal yang kami terima menyebutkan tidak ada korban jiwa atau pun korban luka-luka dalam musibah ini," terangnya. Ini menjadi kabar baik di tengah musibah besar yang menimpa industri tersebut.
Hingga Minggu malam, tim gabungan yang terdiri dari pemadam kebakaran dan kepolisian masih berada di lokasi kejadian. Mereka melakukan proses pemadaman dan pendinginan secara intensif. Tujuannya adalah memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan mencegah potensi kebakaran ulang di area pabrik. "Fokus kami saat ini adalah pendinginan dan mengamankan area," tambah Hendra.
Data kerugian akibat insiden kebakaran pabrik tekstil ini masih dalam tahap pendataan oleh pihak kepolisian. Laporan lengkap mengenai kerugian akan disampaikan kepada publik setelah seluruh proses penyelidikan dan penghitungan selesai. Masyarakat diminta untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum ada keterangan resmi.
Sumber: AntaraNews