Kerugian Rp450 Juta, Ini Fakta Kebakaran Bengkel Las Duren Sawit Akibat Percikan Api

Kebakaran bengkel las di Duren Sawit Jakarta Timur menyebabkan kerugian fantastis Rp450 juta. Simak penyebab dan kronologi lengkapnya di sini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kerugian Rp450 Juta, Ini Fakta Kebakaran Bengkel Las Duren Sawit Akibat Percikan Api
Kebakaran bengkel las di Duren Sawit Jakarta Timur menyebabkan kerugian fantastis Rp450 juta. Simak penyebab dan kronologi lengkapnya di sini. (Merdeka.com)

Sebuah insiden kebakaran besar melanda sebuah workshop bengkel las di Jalan Bojong Indah, Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Minggu siang. Peristiwa ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 13.21 WIB dan segera menarik perhatian warga sekitar.

Kebakaran bengkel las Duren Sawit tersebut menyebabkan kerugian material yang tidak sedikit, diperkirakan mencapai Rp450 juta. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, meskipun api sempat merambat.

Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah percikan api yang tidak terkontrol saat proses pengerjaan konstruksi las. Tim pemadam kebakaran segera dikerahkan untuk mengatasi amukan si jago merah.

Kebakaran bengkel las di Duren Sawit ini pertama kali diketahui oleh Ketua RT 06/06 yang melihat asap tebal membumbung dari atap bangunan. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke pusat layanan Dinas Gulkarmat Jakarta pada pukul 13.21 WIB.

Perwira Piket Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Sukur Sarwono, menyatakan bahwa tim pemadam kebakaran langsung bergerak cepat. "Kami terima kabar pukul 13.21 WIB, terus tiba di lokasi sekitar pukul 13.27 WIB. Awal pemadaman kami lakukan pukul 13.29 WIB," ujarnya.

Sebanyak 12 unit kendaraan pemadam kebakaran dengan 60 personel dikerahkan untuk memadamkan api yang melalap bengkel las seluas kurang lebih 300 meter persegi tersebut. Upaya keras petugas membuahkan hasil signifikan dalam waktu singkat.

Api berhasil dilokalisir pada pukul 13.40 WIB, menandakan bahwa penyebaran api sudah dapat dikendalikan. Proses pendinginan dimulai pukul 13.49 WIB, dan seluruh operasi pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 14.50 WIB.

Menurut Sukur Sarwono, dugaan kuat penyebab kebakaran bengkel las ini adalah percikan api saat pengerjaan konstruksi las dalam proses rehabilitasi bangunan. "Objek terbakar bengkel las. Ada pengerjaan konstruksi, sedang rehab, mungkin ada percikan api tidak terkontrol, tidak terkendali dan membakar sehingga menimbulkan percikan api," jelasnya.

Api sempat merambat ke gudang alat pesta yang berada di bagian depan bangunan, yang menyimpan material mudah terbakar. Namun, berkat kesigapan petugas, perambatan cepat dapat diblokir sehingga api tidak menjalar ke permukiman warga sekitar.

Kerugian material akibat kebakaran workshop bengkel las milik Pak Kayan ini diperkirakan mencapai angka fantastis, yaitu sekitar Rp450 juta. Angka ini mencerminkan kerusakan parah pada bangunan dan peralatan yang ada di dalamnya.

Meskipun kerugian material besar, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden kebakaran Duren Sawit ini. Sebanyak 30 jiwa yang berada di sekitar lokasi berhasil diselamatkan, menunjukkan efektivitas penanganan darurat.

Insiden kebakaran bengkel las Duren Sawit ini menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan kerja yang ketat. Pekerjaan pengelasan, terutama pada konstruksi, selalu memiliki risiko tinggi terhadap percikan api yang dapat memicu kebakaran.

Penggunaan alat pelindung diri, pemeriksaan rutin peralatan las, serta ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR) merupakan langkah-langkah preventif yang wajib ada. Pelatihan kesiapsiagaan darurat juga sangat krusial untuk meminimalkan dampak jika terjadi insiden.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan tidak mendekat ke lokasi kejadian berbahaya, seperti yang disampaikan oleh Sukur Sarwono. "Kendala di lapangan hanya banyaknya warga yang menonton. Kami mengimbau masyarakat menjauh karena lokasi berbahaya," katanya.

Peristiwa ini menekankan perlunya pengawasan ketat terhadap setiap aktivitas yang melibatkan potensi bahaya kebakaran. Edukasi mengenai bahaya dan penanganan awal kebakaran dapat membantu mengurangi risiko kerugian lebih lanjut.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi