Gudang Sepatu hingga Logistik Ludes Terbakar di Cimahi, Api Padam Setelah 5 Jam
Aep mengkonfirmasi objek yang terbakar adalah bangunan gudang sepatu, kain, hingga logistik.
Kebakaran hebat terjadi di Jalan Kolonel Masturi, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, pada Rabu (3/9). Api besar melalap sejumlah bangunan gudang yang berisi berbagai jenis barang, mulai dari sepatu, kain, hingga logistik.
Kepala Seksi (Kasi) Pemadam dan Penyelamatan pada Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana mengatakan, laporan kebakaran diterima pada pukul 17.47 WIB. Armada lekas meluncur ke lokasi kejadian.
"Kita terima laporan di 17.47 WIB, tiba di lokasi jam 18.01 WIB, jadi respons time di 14 menit," kata Aep kepada wartawan di lokasi.
Aep mengkonfirmasi objek yang terbakar adalah bangunan gudang sepatu, kain, hingga logistik. Dalam objek bangunan yang terbakar terdapat, sejumlah barang yang tampak terbakar memicu api lekas membesar.
"Bahan yang terbakar itu di gudang sepatu, ciki (makanan ringan), kain, dan gudang logistik DPKP, sehingga susah untuk pemadaman agak sulit. Dan mengingat juga suplai air agak terlambat," ujarnya.
Terkait sumber pertama kebakaran, itu diduga berasal dari mesin boiler pada gudang kain. Kendati begitu, Aep mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan ulang guna memastikan dugaan tersebut.
"Menurut informasi dari karyawan tadi api keluar dari boiler ketika mesin di sampingnya masih berfungsi sehingga api cepat merambat. Kemungkinan dari titik gudang kain. Tapi nanti kita cek ulang," ujar dia.
Aep menyampaikan sedikitnya ada 8 unit kendaraan pemadam yang diluncurkan ke lokasi kejadian. Setelah berjibaku dengan api selama kurang lebih 5 jam, kobaran api pun berhasil dijinakkan.
"Kita mulai tadi jam 6 sore sekarang jam 22.30 WIB baru bisa dipadamkan, sekarang masih pendinginan, jadi hampir 5 jam pemadaman,” ujar dia.
Adapun terkait taksiran kerugian yang diderita, Aep bilang pihaknya belum dapat memastikan. Pihaknya masih akan melakukan pemeriksaan guna memperkirakan nilainya.
"Belum, belum, belum bisa kita taksir," katanya.