Gaptek, Begal Ditangkap Karena Tak Bisa Pakai Fitur Keyless Motor Korban
Penyidik menduga pelaku tidak memahami sistem pengoperasian motor yang menggunakan teknologi keyless.
Viral di media sosial (medsos) memperlihatkan seorang pria tertangkap warga usai mencoba begal wisatawan asal Jakarta di Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Kabar yang diunggah dalam akun Instagram@beritasemaranghariini terlihat pelaku HB digelandang ke Polsek Candisari, sedangkan lainnya berhasil kabur.
Polisi memburu pelaku AJ diduga mengayunkan celurit ke arah korban hingga mengenai helm korban.
"Jadi pelaku baru ketangkap satu berinisial HB. Polisi masih memburu pelaku lain," kata Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok, Rabu (3/6).
Peristiwa bermula ketika korban RR (33), warga Tebet, Jakarta melintas dari arah Ungaran, Kabupaten Semarang menuju Kota Lama, Selasa (2/6) sekitar pukul 01.00 WIB.
Sesampainya di pertigaan trafik light korban dipepet dua pria yang berboncengan menggunakan sepeda motor Suzuki Satria FU.
"Pelaku yang bonceng belakang kemudian mengayunkan celurit ke arah korban. Sabetan senjata tajam tersebut mengenai helm yang dikenakan korban," ungkapnya.
Korban yang tak bisa berkutik kemudian menghentikan kendaraannya dan berteriak meminta bantuan warga. Di saat bersamaan, pelaku HB berusaha mengambil motor Suzuki GSX-R150 milik korban.
"Pelaku berusaha ngambil motor korban karena kesulitan saat berusaha menyalakan motor tidak bisa. Jadi ada kesempatan korban itu meminta pertolongan warga," jelasnya.
Fitur Keyless Jadi Penyebab
Penyidik menduga pelaku tidak memahami sistem pengoperasian motor yang menggunakan teknologi keyless.
HB kemudian diamankan warga, sedangkan AJ melarikan diri menggunakan motor yang sebelumnya dipakai mereka berdua.
"Korban tidak mengalami luka akibat serangan tersebut," ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menduga motif pelaku adalah merampas sepeda motor korban. Penyidik juga masih mendalami kemungkinan keterlibatan keduanya dalam aksi kejahatan serupa di wilayah Kota Semarang.
Termasuk menelusuri apakah kelompok tersebut pernah melakukan aksi serupa sebelumnya. Kasus itu menambah daftar kejahatan jalanan yang menyasar pengendara sepeda motor pada jam-jam rawan.
Polrestabes Semarang menyampaikan tengah meningkatkan patroli pencegahan, termasuk melalui kegiatan Blue Light Patrol dan patroli gabungan di sejumlah titik yang dinilai rawan tindak kriminalitas.
"Beberapa wilayah dan jam-jam yang berdasarkan evaluasi dianggap rawan tetap kami tingkatkan kegiatan preventifnya, baik oleh Polrestabes maupun polsek jajaran," pungkas Kompol Riki.