PLN Papua Turunkan Durasi Gangguan Listrik hingga 12 Persen pada Semester I 2026
PT PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat berhasil menurunkan durasi gangguan listrik per pelanggan hingga 12 persen pada semester pertama 2026, sebuah capaian signifikan yang meningkatkan keandalan layanan listrik di Tanah Papua.
PT PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat mencatat peningkatan signifikan dalam keandalan layanan listrik bagi masyarakat. Pada semester pertama tahun 2026, perusahaan berhasil menurunkan durasi gangguan listrik per pelanggan hingga 12 persen di wilayah Papua dan Papua Barat. Capaian ini menunjukkan komitmen kuat PLN dalam menyediakan pasokan listrik yang stabil dan berkualitas.
Penurunan durasi gangguan tersebut merupakan hasil dari berbagai langkah strategis yang telah diimplementasikan oleh PLN. Upaya tersebut meliputi penguatan infrastruktur kelistrikan, pemeliharaan jaringan secara berkala, serta peningkatan kesiapsiagaan petugas di lapangan. Semua inisiatif ini bertujuan untuk meminimalkan potensi gangguan dan mempercepat penanganan apabila terjadi insiden.
General Manager PT PLN (Persero) UIW Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menegaskan bahwa hasil positif ini membuktikan efektivitas program peningkatan layanan. Ia menyatakan bahwa perusahaan akan terus berupaya maksimal untuk menjaga dan meningkatkan kualitas pasokan listrik di seluruh wilayah kerjanya demi kenyamanan pelanggan.
Peningkatan Keandalan Layanan Listrik di Tanah Papua
PT PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIW Papua dan Papua Barat) telah mencatatkan prestasi gemilang pada semester pertama 2026. Durasi gangguan listrik per pelanggan berhasil diturunkan secara signifikan, mencapai 12 persen dibandingkan periode sebelumnya. Pencapaian ini menjadi indikator penting dalam upaya peningkatan kualitas layanan PLN.
Roberth Rumsaur, General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat, menjelaskan bahwa capaian ini merupakan hasil nyata dari berbagai upaya. Ia menyebutkan penguatan infrastruktur dan pemeliharaan jaringan secara berkala sebagai kunci utama peningkatan layanan. Langkah-langkah ini dilakukan untuk memastikan sistem kelistrikan tetap optimal.
“Penurunan durasi gangguan ini merupakan hasil dari berbagai langkah strategis yang kami lakukan, mulai dari penguatan infrastruktur, pemeliharaan jaringan secara berkala hingga peningkatan kesiapsiagaan petugas di lapangan,” kata Roberth. Ia menambahkan bahwa kesiapsiagaan petugas di lapangan turut berkontribusi pada hasil positif ini.
Keandalan pasokan listrik menjadi prioritas utama PLN di wilayah Papua dan Papua Barat. Langkah-langkah preventif terus dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menikmati aliran listrik tanpa hambatan, mendukung aktivitas sehari-hari dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Data Indeks SAIDI dan SAIFI Menunjukkan Perbaikan
Selain durasi, frekuensi gangguan listrik per pelanggan juga menunjukkan perbaikan yang mencolok. PLN berhasil menekan frekuensi gangguan hingga 43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini menandakan sistem kelistrikan di wilayah kerja PLN UIW Papua dan Papua Barat semakin andal.
Peningkatan kualitas layanan ini tercermin dari System Average Interruption Duration Index (SAIDI) atau rata-rata durasi pemadaman listrik yang kini berhasil ditekan menjadi 102,37 menit per pelanggan. Angka ini turun drastis sebesar 12 persen dibandingkan bulan Mei tahun lalu yang mencapai 116,34 menit.
Roberth Rumsaur menyoroti bahwa angka SAIDI tersebut sukses melampaui target keandalan perusahaan, yaitu 122,4 menit per pelanggan. Ini membuktikan efektivitas program peningkatan keandalan yang dijalankan. Target yang terlampaui ini menunjukkan komitmen PLN dalam memberikan pelayanan terbaik.
Pada saat bersamaan, System Average Interruption Frequency Index (SAIFI) atau rata-rata frekuensi gangguan listrik juga menunjukkan penurunan signifikan. SAIFI sukses ditekan hingga 0,99 kali per pelanggan pada periode Mei 2026 dari target perseroan sebesar 1,76 kali per pelanggan. Perusahaan berhasil memangkas intensitas gangguan sebesar 43,10 persen jika dibandingkan dengan bulan Mei tahun lalu yang mencapai 1,74 kali per pelanggan.
Komitmen PLN untuk Peningkatan Berkelanjutan
PT PLN UIW Papua dan Papua Barat tidak berhenti pada capaian yang ada. Perusahaan terus berkomitmen untuk memperkuat sistem kelistrikan di seluruh wilayah kerjanya. Upaya ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan ketersediaan listrik yang memadai.
Program pemeliharaan preventif menjadi fokus utama untuk menjaga stabilitas jaringan listrik. Peningkatan kapasitas peralatan juga terus dilakukan guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan listrik yang terus meningkat seiring dengan perkembangan wilayah. Investasi dalam teknologi dan sumber daya manusia menjadi kunci.
Selain itu, pengembangan infrastruktur baru menjadi bagian integral dari strategi PLN. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat yang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi di Papua dan Papua Barat. PLN berupaya mendukung pembangunan daerah melalui pasokan listrik yang andal.
Roberth menjelaskan pihaknya akan terus memperkuat sistem kelistrikan melalui program pemeliharaan preventif, peningkatan kapasitas peralatan, serta pengembangan infrastruktur guna memenuhi kebutuhan listrik masyarakat yang terus meningkat. Ini demi memastikan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan bagi seluruh pelanggan di Tanah Papua.
Sumber: AntaraNews