PLN Kalselteng Catatkan Peningkatan Keandalan Listrik Signifikan Sepanjang 2025

PLN Kalselteng berhasil tingkatkan keandalan listrik secara signifikan di 2025, dengan penurunan durasi dan frekuensi gangguan. Simak upaya strategis PLN Kalselteng.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
PLN Kalselteng Catatkan Peningkatan Keandalan Listrik Signifikan Sepanjang 2025
PLN Kalselteng berhasil tingkatkan keandalan listrik secara signifikan di 2025, dengan penurunan durasi dan frekuensi gangguan. Simak upaya strategis PLN Kalselteng. (AntaraNews)

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) mencatatkan peningkatan signifikan dalam keandalan listrik PLN Kalselteng sepanjang tahun 2025. Penurunan durasi dan frekuensi gangguan kelistrikan menjadi bukti nyata komitmen PLN dalam melayani masyarakat.

Capaian ini menunjukkan upaya serius PLN Kalselteng dalam memperkuat pasokan listrik bagi seluruh pelanggan di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Peningkatan kualitas layanan ini diharapkan dapat mendukung aktivitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah.

General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, mengungkapkan bahwa transformasi digital dan sistem terintegrasi menjadi kunci utama. Hal ini memungkinkan penanganan gangguan kelistrikan menjadi lebih cepat dan responsif.

Sepanjang tahun 2025, PLN UID Kalselteng berhasil menurunkan rata-rata durasi gangguan kelistrikan hingga 85 menit per pelanggan per tahun. Ini adalah perbaikan signifikan yang dirasakan langsung oleh pelanggan.

Selain itu, rata-rata frekuensi gangguan juga berkurang dari 4,12 kali menjadi 3,21 kali per pelanggan per tahun. Angka-angka ini menunjukkan peningkatan keandalan listrik PLN Kalselteng yang konsisten dan terukur.

Peningkatan keandalan ini tercermin dari capaian System Average Interruption Duration Index (SAIDI) yang berhasil turun sebesar 27,9 persen. Nilai SAIDI menurun dari 302,35 menit per pelanggan pada 2024 menjadi 217,99 menit per pelanggan pada 2025.

Demikian pula, System Average Interruption Frequency Index (SAIFI) yang mengukur rata-rata frekuensi gangguan listrik per pelanggan, mengalami penurunan sebesar 22,09 persen. Frekuensi gangguan tercatat turun dari 4,12 kali per pelanggan pada 2024 menjadi 3,21 kali per pelanggan pada 2025.

Transformasi digital menjadi tulang punggung dalam upaya peningkatan keandalan listrik PLN Kalselteng. Sistem digital memungkinkan pemantauan kondisi jaringan secara lebih presisi.

Dengan pemantauan yang akurat, potensi gangguan dapat dideteksi lebih dini, sehingga proses pemulihan berlangsung lebih cepat dan efisien. Ini adalah langkah proaktif PLN dalam menjaga stabilitas pasokan.

PLN juga menghadirkan kemudahan bagi pelanggan melalui aplikasi PLN Mobile yang terintegrasi dengan Virtual Command Center (VCC) dan sistem Pelayanan Teknik (Yantek) Mobile. Integrasi ini mempercepat tindak lanjut laporan gangguan.

Iwan Soelistijono menyatakan, “Melalui PLN Mobile, pelanggan dapat langsung terhubung dengan petugas kami, dan proses penanganan dapat dilakukan lebih cepat karena didukung sistem yang terintegrasi.”

Kalimantan memiliki geografis yang kompleks, mencakup wilayah perkotaan, pesisir sungai, desa, hingga kawasan hutan. Memastikan keandalan listrik PLN Kalselteng hingga pelosok menjadi tantangan tersendiri bagi PLN.

Meskipun demikian, melalui berbagai upaya yang konsisten, PLN berhasil menurunkan durasi dan frekuensi gangguan secara signifikan. Pencapaian ini membuktikan komitmen PLN dalam menghadirkan layanan listrik yang andal.

Listrik adalah kebutuhan mendasar yang menopang aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, PLN terus memperkuat sistem dan pelayanan guna memastikan pasokan listrik yang stabil dan berkelanjutan.

“Dengan capaian ini, PLN optimistis dapat terus mempertahankan tren peningkatan keandalan listrik. Upaya ini menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pasokan listrik yang andal dan berkualitas,” ujar Iwan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi