PLN Maluku Pulihkan Listrik Halmahera Pasca Bencana, Hadirkan Harapan di Wilayah Terisolasi
PLN Maluku Pulihkan Listrik Halmahera 100% pascabencana banjir dan longsor, menembus medan ekstrem demi menghadirkan kembali harapan serta aktivitas warga di lima desa terisolasi.
PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sofifi, berhasil memulihkan sistem kelistrikan di Kecamatan Loloda, Kabupaten Halmahera Barat. Pemulihan ini dilakukan pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut sejak pertengahan Januari 2026. Upaya ini menegaskan komitmen PLN dalam menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.
General Manager PLN UIW MMU, Noer Soeratmoko, menyatakan bahwa pemulihan ini merupakan wujud nyata PLN untuk memastikan setiap warga mendapatkan layanan listrik. Meskipun dihadapkan pada kondisi darurat dan tantangan geografis tinggi, PLN berupaya keras. Pemulihan di Loloda bukan hanya tentang menyalakan jaringan, tetapi juga menghadirkan kembali harapan dan aktivitas ekonomi warga.
Aliran listrik kini telah menyala kembali di lima desa terakhir yang sebelumnya terisolasi akibat bencana, yaitu Desa Tuguis, Totala Jaya, Tolofuo, Totala Luar, dan Bosala. Pencapaian ini menandai rasio pemulihan infrastruktur kelistrikan 100 persen di seluruh area terdampak. Ini menunjukkan dedikasi tinggi petugas PLN di lapangan.
Menembus Medan Ekstrem Demi Listrik Warga
Proses pemulihan kelistrikan di lima desa terisolasi di Kecamatan Loloda, Halmahera Barat, menjadi tantangan terberat bagi tim Green Troops PLN. Ketiadaan akses jalan raya yang memadai memaksa petugas PLN untuk menempuh jalur ekstrem. Mereka harus mengangkut material pengganti seperti kabel, isolator, hingga peralatan pendukung lainnya dengan melintasi jalur tikus dan mendaki lereng gunung yang terjal.
Petugas PLN terpaksa memanggul beban peralatan secara manual melewati bukit-bukit karena tidak adanya akses jalan. Noer Soeratmoko menambahkan bahwa pemulihan ini adalah hasil kerja kolektif tim di lapangan yang mengedepankan profesionalisme, ketangguhan, serta penerapan standar keselamatan kerja yang ketat.
Manajer PLN UP3 Sofifi, Ilham Sunda Diputra, menegaskan prioritas utama perusahaan adalah keselamatan kerja tanpa mengabaikan kecepatan pemulihan. Listrik bukan hanya penerangan, tetapi juga penggerak pompa air bersih dan sarana komunikasi warga yang terisolasi. Hal ini menunjukkan betapa krusialnya pasokan listrik bagi warga pascabencana.
Sinergi dan Mitigasi Jangka Panjang PLN
Koordinasi intensif antara unit teknis, manajemen wilayah, dan dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam mempercepat proses perbaikan jaringan listrik di area terisolasi. Sinergi antara PLN dan masyarakat setempat juga menjadi kunci utama lancarnya evakuasi material di jalur-jalur berbahaya.
Keberhasilan pemulihan ini tidak lepas dari peran aktif warga desa yang bahu-membahu membantu petugas PLN. Mereka menunjukkan jalur alternatif di hutan agar material dapat sampai ke titik kerusakan. Kerjasama ini mempercepat proses perbaikan dan menunjukkan semangat gotong royong yang kuat.
Usai pemulihan total ini, PLN UP3 Sofifi berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh dan penguatan jaringan (reinforcement) di titik-titik rawan longsor. Langkah mitigasi seperti penataan ulang jalur kabel, peningkatan kualitas konstruksi, serta penggunaan tiang yang lebih kokoh di area labil menjadi agenda selanjutnya.
Langkah preventif ini diharapkan mampu meminimalisir potensi gangguan serupa apabila kondisi cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Halmahera Barat. Ini juga bertujuan memastikan keberlanjutan layanan listrik yang andal bagi masyarakat di masa mendatang. Penguatan infrastruktur di daerah rawan bencana menjadi prioritas PLN.
Sumber: AntaraNews