Kementerian PU Percepat Penanganan Pascagempa Sigi dengan Saluran Air dan Perbaikan Infrastruktur

Menteri PU Dody Hanggodo mengambil langkah cepat untuk penanganan pascagempa Sigi, termasuk pembangunan saluran air di hulu Sungai Nokilalaki dan perbaikan infrastruktur vital. Langkah ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi bencana lanjutan dan memuli

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kementerian PU Percepat Penanganan Pascagempa Sigi dengan Saluran Air dan Perbaikan Infrastruktur
Menteri PU Dody Hanggodo mengambil langkah cepat untuk penanganan pascagempa Sigi, termasuk pembangunan saluran air di hulu Sungai Nokilalaki dan perbaikan infrastruktur vital. Langkah ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi bencana lanjutan dan memuli (AntaraNews)

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan penanganan pascagempa di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), akan dipercepat. Salah satu fokus utama adalah pembangunan saluran air pada kubangan di hulu Sungai Nokilalaki, Kecamatan Nokilalaki, untuk mencegah bencana lanjutan.

Kunjungan langsung Menteri Dody ke lokasi gempa bumi di Sigi pada Minggu, 21 Juni, menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam merespons dampak bencana. Pihaknya telah menginstruksikan pengiriman drone untuk memantau kondisi kubangan secara detail.

Langkah antisipasi ini diambil guna melindungi masyarakat dari ancaman banjir dan tanah longsor yang berpotensi terjadi. Keberadaan sejumlah kubangan di wilayah tersebut sangat mengkhawatirkan, terutama saat musim hujan tiba.

Kementerian PU segera mengambil tindakan preventif dengan membangun saluran air di area kubangan hulu Sungai Nokilalaki. Menteri Dody Hanggodo menjelaskan bahwa penanganan ini serupa dengan upaya mitigasi di wilayah bencana lainnya.

Penggunaan teknologi drone menjadi krusial untuk memetakan dan menganalisis lokasi kubangan secara akurat. Hal ini memungkinkan tim untuk merencanakan pembangunan saluran air yang efektif.

Dody Hanggodo menekankan bahwa jika terjadi hujan terus-menerus, kubangan tersebut sangat berpotensi menyebabkan longsor dan bencana lainnya. Oleh karena itu, mitigasi dini adalah prioritas utama.

Tim balai Kementerian PU telah diinstruksikan untuk memitigasi potensi bahaya secara menyeluruh di Kabupaten Sigi. Pemerintah tidak ingin ada penyesalan atas bencana yang sebenarnya bisa dicegah.

Selain penanganan kubangan, perbaikan infrastruktur yang rusak akibat gempa bumi juga menjadi perhatian serius Kementerian PU. Jembatan dan jalan merupakan nadi perekonomian masyarakat yang harus segera dipulihkan.

Menteri Dody Hanggodo secara langsung meninjau kondisi jembatan di daerah terdampak. Ia merasakan getaran pada jembatan saat dilintasi kendaraan, yang mengindikasikan perlunya pengecekan keandalan struktur.

Jalan yang retak, jembatan yang goyang, dan gangguan pasokan air adalah masalah yang harus segera ditangani. Semua ini berkaitan erat dengan rasa aman dan kenyamanan warga.

Kementerian PU meminta tim untuk tidak hanya fokus pada kerusakan fisik, tetapi juga pada aspek-aspek yang dapat menimbulkan kecemasan bagi warga. Pemulihan infrastruktur diharapkan dapat mengembalikan ketenangan masyarakat.

Berdasarkan data dari BPBD Sigi, dampak gempa bumi di daerah tersebut cukup signifikan. Total rumah yang rusak mencapai 2.335 unit.

Rincian kerusakan rumah meliputi 1.955 unit rusak ringan, 226 unit rusak sedang, dan 154 unit rusak berat.

Jumlah korban dan terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sigi mencapai 8.586 jiwa dari 2.775 Kepala Keluarga (KK).

Data korban juga menunjukkan adanya 17 korban luka berat, 108 korban luka ringan, serta tiga warga meninggal dunia akibat gempa tersebut.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi