Peluncuran Program Biodiesel B50 oleh Presiden RI Prabowo Subianto mulai dirasakan manfaatnya oleh para sopir truk. Aldi, salah satu sopir truk yang mengisi biodiesel B50 di SPBU KM 57, Karawang mengaku kualitas B50 lebih baik dibandingkan solar yang biasa ia gunakan.
Aldi mengaku bangga Indonesia kini mampu memproduksi bahan bakar sendiri berbahan baku kelapa sawit. Menurutnya, kehadiran B50 juga membuat para sopir lebih mudah mendapatkan solar sehingga membantu aktivitas mereka sehari-hari.
"Bangga lah bisa produksi bahan bakar sendiri. Jadinya sekarang solar juga nggak susah karena ada B50 ini jadi terbantu," ujar Aldi usai peluncuran Mandatory Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat dikutip Jumat (10/7).
Aldi juga menyampaikan pengalamannya mengisi B50 di SPBU berlangsung nyaman tanpa antrean panjang. "Enak, enggak ngantre, nyaman juga tempatnya," katanya.
Tak hanya dari sisi ketersediaan, Aldi juga merasakan perubahan pada performa kendaraannya setelah menggunakan B50. Ia menyebut mesin terasa lebih bertenaga dengan tarikan yang lebih ringan.
"Ada tenaganya, agak enak di tariknya. Terima kasih untuk Pak Prabowo sudah membuat B50 ini. Kami sopir terbantu karena adanya bahan bakar B50 ini Pak," tuturnya.
Advertisement
Kualitas Bahan Bakar
Saat ditanya apakah kualitasnya berbeda dengan bahan bakar sebelumnya, Aldi menjawab tegas. "Beda,” tegasnya. Bahkan, ia mengibaratkan sensasi berkendara menggunakan B50 seperti menggunakan bahan bakar dengan kualitas lebih tinggi.
"Bagi kendaraan enak, nyaman, tarikannya juga enak kayak isi Dexlite rasanya," katanya.
Aldi turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia atas peluncuran B50 yang menurutnya membawa manfaat nyata bagi para pengemudi.
"Terima kasih untuk Pak Prabowo dan Pak Bahlil untuk menciptakan B50 dengan bahan bakar kelapa sawit ini. Sopir sangat terbantu dengan adanya B50 ini Pak," tutup Aldi.