Banjir Parigi Moutong Terjang Empat Desa, 145 KK Terdampak dan Mengungsi
Banjir Parigi Moutong melanda empat desa di Sulawesi Tengah pada Sabtu malam, menyebabkan 145 kepala keluarga terdampak dan sebagian mengungsi. BPBD setempat terus berupaya menangani dampak dan memberikan bantuan kepada korban.
Bencana banjir melanda empat desa di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (20/6) malam. Peristiwa ini menyebabkan sekitar 145 kepala keluarga (KK) terdampak langsung oleh genangan air yang merendam permukiman mereka. Hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut menjadi pemicu utama meluapnya sejumlah sungai.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Parigi Moutong, Moh Rivai, menjelaskan bahwa banjir mulai terjadi sekitar pukul 23.00 Wita. Kondisi ini memaksa sebagian warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman, termasuk rumah ibadah, demi keselamatan mereka. Tim BPBD segera bergerak untuk melakukan pendataan dan memberikan bantuan awal.
Dampak Banjir Parigi Moutong ini tersebar di beberapa kecamatan, dengan Desa Pombalowo, Desa Masari, Desa Dolago Padang, dan Desa Lebagu menjadi wilayah yang paling parah. Pihak berwenang terus memantau situasi di lapangan dan berkoordinasi untuk penanganan lebih lanjut. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada.
Dampak Meluas Banjir Parigi Moutong di Berbagai Desa
Banjir Parigi Moutong menyebabkan dampak signifikan di beberapa lokasi. Di Desa Pombalowo, Kecamatan Parigi, sebanyak 25 KK atau 110 jiwa terdampak, dengan 100 jiwa di antaranya terpaksa mengungsi di rumah ibadah karena rumah mereka terendam air. Di antara pengungsi tersebut, terdapat 14 bayi dan balita, 11 lansia, serta dua ibu hamil yang membutuhkan perhatian khusus.
Sementara itu, Desa Masari mencatat 70 KK terdampak banjir, dengan 10 KK di antaranya harus mengungsi. Bencana ini juga mengakibatkan dua rumah rusak ringan serta merendam 70 hektare sawah dan dua kebun milik warga. Kerugian material akibat banjir ini cukup besar, terutama bagi sektor pertanian yang menjadi mata pencarian utama masyarakat.
Di Desa Dolago Padang, Kecamatan Parigi Selatan, sebanyak 50 KK terdampak banjir dan 100 hektare sawah terendam air. Data untuk Desa Lebagu di Kecamatan Balinggi masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD. Kondisi ini menunjukkan bahwa skala Banjir Parigi Moutong cukup luas dan memerlukan penanganan komprehensif dari berbagai pihak.
Upaya Penanganan dan Imbauan Kewaspadaan dari BPBD
BPBD Parigi Moutong bergerak cepat dalam menanggulangi dampak Banjir Parigi Moutong. Moh Rivai menegaskan pentingnya mitigasi bencana dalam menghadapi situasi darurat seperti ini. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan selalu waspada, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai atau lereng gunung yang rawan bencana.
Sebagai bentuk respons cepat, BPBD telah menyalurkan bantuan berupa perlengkapan tidur kepada para pengungsi. Bantuan ini juga mencakup perlengkapan khusus untuk bayi, mengingat adanya pengungsi balita yang rentan. Upaya ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi selama masa pengungsian.
Rivai menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya melakukan penanganan yang cepat terhadap dampak banjir, di tengah upaya percepatan pemulihan tanggap darurat gempa magnitudo 6,7 yang sebelumnya melanda wilayah tersebut. Pendataan lapangan atas dampak banjir juga masih terus berlangsung untuk mendapatkan data yang akurat dan komprehensif.
Sumber: AntaraNews