Banjir Parigi Moutong: 176 Jiwa Terdampak, BPBD Imbau Waspada Potensi Susulan
Ratusan jiwa di Desa Ongka, Parigi Moutong, terdampak banjir setelah hujan deras memicu luapan sungai. BPBD Sulteng terus memantau kondisi terkini dan mengimbau warga waspada potensi banjir susulan di Parigi Moutong.
Banjir melanda Desa Ongka, Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (13/6). Kejadian ini menyebabkan sedikitnya 176 jiwa terdampak akibat meluapnya air sungai. Bencana ini dipicu oleh intensitas hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.
Kepala Badan BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Asbudianto, menjelaskan bahwa luapan sungai merendam jalan dan rumah warga di Dusun 1 dan Dusun 5 Desa Ongka. Meskipun demikian, laporan sementara menunjukkan tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat insiden ini.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Parigi Moutong bersama BPBD Provinsi Sulawesi Tengah segera melakukan asesmen di lokasi kejadian. Pendataan jumlah rumah terdampak masih berlangsung untuk mengidentifikasi kebutuhan penanganan lebih lanjut.
Dampak dan Sebaran Banjir di Parigi Moutong
Banjir yang melanda Desa Ongka, Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong, secara spesifik berdampak pada dua dusun. Dusun 1 dan Dusun 5 menjadi area utama yang terendam air luapan sungai. Sebanyak 176 jiwa telah tercatat sebagai warga terdampak oleh bencana alam ini.
Meskipun jumlah jiwa terdampak sudah terdata, proses identifikasi total rumah yang mengalami kerusakan masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan. BPBD Provinsi Sulawesi Tengah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Parigi Moutong untuk mendapatkan data akurat. Hal ini penting untuk perencanaan bantuan dan penanganan pascabencana.
Asbudianto menegaskan bahwa hingga saat ini, berdasarkan laporan sementara, tidak ada laporan mengenai korban jiwa akibat banjir Parigi Moutong. Selain itu, tidak ada warga yang terpaksa mengungsi dari rumah mereka. Situasi ini menunjukkan respons cepat dari pihak berwenang dalam memantau kondisi di lapangan.
Penanganan dan Kondisi Terkini Banjir Parigi Moutong
Setelah kejadian banjir, BPBD Provinsi Sulawesi Tengah segera menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama BPBD Kabupaten Parigi Moutong. Tim ini bertugas melakukan asesmen komprehensif di lokasi kejadian untuk mengidentifikasi dampak bencana serta kebutuhan penanganan yang diperlukan.
Kondisi air banjir sempat menunjukkan tanda-tanda surut, memberikan sedikit kelegaan bagi warga terdampak. Namun, Asbudianto mengingatkan bahwa potensi banjir susulan masih sangat tinggi. Curah hujan yang terus-menerus di wilayah tersebut menjadi faktor utama kewaspadaan ini.
Pihak BPBD terus memantau perkembangan situasi di lapangan secara intensif melalui koordinasi dengan BPBD Kabupaten Parigi Moutong. Koordinasi erat antara BPBD provinsi dan kabupaten menjadi kunci dalam menghadapi dinamika cuaca ekstrem. Masyarakat diimbau untuk tetap siaga menghadapi kemungkinan peningkatan debit air sungai dan banjir susulan.
Kebutuhan Mendesak dan Antisipasi Banjir Berulang
Untuk mencegah terulangnya banjir serupa di Parigi Moutong, beberapa kebutuhan mendesak telah diidentifikasi. Normalisasi sungai menjadi prioritas utama guna mengembalikan kapasitas aliran air. Selain itu, penguatan tebing sungai juga sangat diperlukan untuk menahan luapan air saat hujan deras.
Langkah-langkah ini bertujuan untuk mengurangi risiko luapan air sungai yang dapat kembali mengancam permukiman warga. BPBD menekankan pentingnya intervensi struktural ini sebagai solusi jangka panjang. Hal ini juga akan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir. Informasi terkini dari BMKG dan BPBD perlu selalu diperhatikan. Kesiapsiagaan dini dari setiap individu dan keluarga sangat krusial dalam mitigasi bencana. BPBD Provinsi Sulawesi Tengah terus memantau perkembangan situasi di lapangan melalui koordinasi dengan BPBD Kabupaten Parigi Moutong serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu peningkatan debit air sungai dan banjir susulan.
Sumber: AntaraNews