BPBD Sulteng Data Dampak Banjir Pamona Utara, Puluhan Rumah Terendam
Hujan deras memicu Banjir Pamona Utara, Kabupaten Poso, merendam puluhan rumah dan mengganggu akses transportasi. BPBD Sulteng bersama tim terkait bergerak cepat melakukan pendataan dan penanganan.
Banjir melanda Desa Saojo, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu malam (11/4). Peristiwa ini menyebabkan permukiman warga terendam air dan mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah segera berkoordinasi untuk penanganan lebih lanjut.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Asbudianto, mengungkapkan bahwa banjir berasal dari arah pegunungan dan kini merendam sekitar 60 rumah warga. Selain itu, akses transportasi masyarakat juga ikut terganggu akibat genangan air yang masih menutupi jalan. Kendaraan roda dua terpaksa harus melewati jalur alternatif untuk menghindari lokasi banjir.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Poso bersama aparat desa setempat telah melakukan asesmen di lokasi kejadian serta berkoordinasi untuk penanganan darurat. Meskipun demikian, belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam insiden ini, sementara jumlah warga yang mengungsi masih dalam proses pendataan.
Penanganan Awal dan Kondisi Terkini Banjir Pamona Utara
BPBD Provinsi Sulawesi Tengah tidak tinggal diam dalam menghadapi bencana Banjir Pamona Utara ini. Mereka langsung berkoordinasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Poso dan aparat desa setempat untuk melakukan asesmen. Langkah cepat ini bertujuan untuk mengidentifikasi skala kerusakan dan kebutuhan mendesak di lapangan.
Asbudianto menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat banjir di Desa Saojo. Namun, proses pendataan jumlah warga yang mengungsi masih terus berlangsung oleh petugas di lapangan. Prioritas utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga serta memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Kondisi terkini di lokasi kejadian menunjukkan bahwa genangan air masih merendam rumah-rumah warga, meskipun secara bertahap mulai surut. Meskipun demikian, aktivitas masyarakat masih terganggu, terutama terkait mobilitas. Upaya pembersihan dan pemulihan lingkungan akan segera dilakukan setelah air benar-benar surut.
Kebutuhan Mendesak dan Imbauan Kewaspadaan Pasca Banjir Pamona Utara
Dalam asesmen awal, BPBD mengidentifikasi beberapa kebutuhan mendesak di lokasi bencana Banjir Pamona Utara. Salah satu kebutuhan krusial adalah pembangunan drainase yang memadai. Pembangunan drainase ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengantisipasi terjadinya banjir serupa di masa mendatang.
Selain infrastruktur, bantuan logistik dan dukungan psikososial mungkin juga diperlukan bagi warga terdampak. BPBD terus memantau situasi dan akan menyalurkan bantuan sesuai dengan kebutuhan yang teridentifikasi. Koordinasi dengan berbagai pihak terkait terus diintensifkan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Pihak BPBD juga mengimbau seluruh masyarakat di sekitar Pamona Utara untuk tetap waspada. Potensi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi, yang bisa memicu banjir susulan atau bencana lainnya. Masyarakat diminta untuk selalu memantau informasi cuaca dan mengikuti arahan dari petugas berwenang demi keselamatan bersama.
Sumber: AntaraNews