Longsor Buol Putuskan Akses Jalan Trans Sulawesi, BPBD Sulteng Turun Tangan
Jalan Trans Sulawesi di Desa Molangato, Buol, terputus akibat longsor dan banjir. BPBD Sulteng segera bertindak tangani dampak bencana yang mengisolasi akses utama ini.
Bencana banjir dan tanah longsor melanda Desa Molangato, Kecamatan Paleleh, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Insiden ini menyebabkan terputusnya akses utama Jalan Trans Sulawesi yang vital bagi konektivitas antar wilayah. Kejadian tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur area itu selama beberapa jam pada Sabtu malam.
Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Tengah, Akris Fattah Yunus, mengungkapkan bahwa jalan penghubung Gorontalo dan Buol tersebut tidak dapat dilalui kendaraan bermotor. Kondisi ini mengisolasi sebagian warga dan menghambat distribusi logistik di daerah terdampak. Pihak berwenang kini tengah berupaya keras untuk memulihkan akses jalan.
Hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung dari pukul 18.30 hingga 21.30 WITA menjadi pemicu utama bencana. Selain merusak infrastruktur jalan, banjir juga merendam puluhan rumah warga di Desa Molangato. Sebanyak 65 Kepala Keluarga (KK) dilaporkan terdampak langsung oleh bencana ini.
Dampak Longsor dan Banjir di Molangato
Dampak longsor dan banjir di Desa Molangato sangat signifikan, terutama pada infrastruktur transportasi. Ruas Jalan Trans Sulawesi yang strategis kini tidak bisa dilalui kendaraan bermotor. Kondisi ini menciptakan hambatan serius bagi mobilitas warga serta pergerakan barang dan jasa.
Akris Fattah Yunus menegaskan bahwa terputusnya akses jalan ini merupakan konsekuensi langsung dari curah hujan ekstrem. "Jadi akses jalan ini terputus akibat hujan dengan intensitas tinggi selama 3 jam, dari pukul 18.30 hingga 21.30 WITA," kata Akris. Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi penanganan cepat di lokasi bencana longsor Buol.
Selain masalah jalan, banjir Molangato juga merendam sejumlah rumah penduduk. Total 65 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung oleh luapan air dan material longsor. Dua orang warga bahkan terpaksa mengungsi untuk sementara waktu demi keselamatan mereka.
Meskipun demikian, BPBD Sulteng memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden longsor dan banjir ini. Hal ini menjadi kabar baik di tengah upaya penanganan bencana yang sedang berlangsung. Fokus utama saat ini adalah pemulihan akses dan bantuan bagi warga terdampak.
Upaya Penanganan dan Kebutuhan Mendesak
BPBD Sulawesi Tengah bersama pemerintah daerah setempat bergerak cepat dalam upaya penanganan bencana longsor Buol. Mereka sedang melakukan asesmen komprehensif untuk mengidentifikasi skala kerusakan dan kebutuhan di lapangan. Koordinasi erat antarinstansi menjadi kunci dalam menghadapi situasi darurat ini.
Akris Fattah Yunus menjelaskan bahwa kebutuhan mendesak di lokasi bencana meliputi logistik dan alat berat. Alat berat sangat diperlukan untuk mempercepat pembersihan material longsor yang menimbun Jalan Trans Sulawesi. Terutama di Desa Molangato, agar akses transportasi dapat segera pulih.
Meskipun alat berat masih ditunggu, upaya pembersihan jalan telah dimulai secara manual. "Alhamdulillah banjir sudah surut, sementara aparat kepolisian dan warga bahu-membahu membersihkan jalan secara manual agar kendaraan bermotor bisa melintas," ujar Akris. Semangat gotong royong warga sangat membantu dalam situasi ini.
Selain pembersihan jalan, evakuasi barang-barang milik warga yang terendam banjir juga menjadi prioritas. Langkah-langkah ini menunjukkan respons cepat dari berbagai pihak untuk meringankan beban masyarakat. BPBD Sulteng terus memantau perkembangan dan siap memberikan bantuan lebih lanjut.
Sumber: AntaraNews