BPBD Trenggalek Gerak Cepat Atasi Longsor Jalur Bandung-Prigi, Akses Kembali Normal

BPBD Trenggalek sigap tangani longsor di jalur Bandung-Prigi, Desa Watulimo, yang sempat lumpuhkan akses. Bagaimana upaya pembersihan material longsor Trenggalek dilakukan?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BPBD Trenggalek Gerak Cepat Atasi Longsor Jalur Bandung-Prigi, Akses Kembali Normal
BPBD Trenggalek sigap tangani longsor di jalur Bandung-Prigi, Desa Watulimo, yang sempat lumpuhkan akses. Bagaimana upaya pembersihan material longsor Trenggalek dilakukan? (AntaraNews)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek bergerak cepat mengerahkan satu alat berat. Ini dilakukan untuk mengatasi longsor yang sempat menutup akses Jalan Raya Bandung–Prigi. Peristiwa ini terjadi di Desa Watulimo, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Jumat (30/1) malam.

Longsor tersebut disebabkan oleh hujan sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Watulimo sejak Jumat sore. Material lumpur dari tebing menutup jalan raya setinggi sekitar 40–50 sentimeter. Akibatnya, jalur vital ini sempat tidak dapat dilalui kendaraan.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Triadi Atmono, menyatakan penanganan telah dimulai sejak Jumat malam. Pembersihan material longsor menggunakan alat berat berlangsung hingga Sabtu dini hari. Kini, jalan sudah bisa dilalui kembali oleh masyarakat.

Proses pembersihan material longsor di Jalan Raya Bandung–Prigi berlangsung efektif. BPBD Trenggalek mengerahkan satu alat berat untuk menyingkirkan lumpur dan bebatuan. Penanganan ini dimulai sekitar pukul 23.00 WIB dan selesai pada pukul 01.00 WIB.

Meskipun jalan sudah dapat dilalui, masih tersisa material lumpur di beberapa titik. Oleh karena itu, BPBD Trenggalek melanjutkan penanganan pada Sabtu pagi. Mereka melakukan penyemprotan badan jalan untuk memastikan keamanan pengguna.

Penyemprotan dilakukan menggunakan mobil pemadam kebakaran dan truk tangki air. Langkah ini bertujuan agar jalan tidak licin dan permukaannya lebih bersih. Dengan demikian, akses jalur Bandung-Prigi menjadi aman untuk dilalui kendaraan.

Longsor yang melanda Desa Watulimo tidak hanya menutup akses jalan. Material lumpur juga sempat masuk ke enam rumah warga di desa tersebut. Ketinggian lumpur yang mencapai 40-50 sentimeter menunjukkan skala dampak kejadian ini.

Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. BPBD Trenggalek terus berupaya memastikan keselamatan dan kenyamanan warga. Mereka bekerja sama dengan masyarakat dalam penanganan pasca-bencana.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Trenggalek. Kesiapsiagaan kolektif sangat diperlukan menghadapi kondisi alam yang tidak menentu.

Selain longsor di Watulimo, BPBD Trenggalek juga memantau kondisi banjir di Kecamatan Gandusari. Banjir luapan sempat menggenangi Jalan Raya Gandusari–Kampak. Ketinggian air mencapai 30–40 sentimeter pada Jumat malam.

Triadi Atmono mengonfirmasi bahwa air banjir di Gandusari telah surut total. Surutnya air terjadi sejak Jumat malam, tidak lagi mengganggu aktivitas warga. Pembersihan sisa-sisa banjir juga telah dilakukan oleh warga bersama petugas.

Meskipun demikian, BPBD Trenggalek tetap mengimbau masyarakat untuk waspada. Potensi bencana hidrometeorologi seperti longsor dan banjir masih tinggi. Imbauan ini penting mengingat cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Trenggalek.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi