BPBD Laporkan 65 KK Terdampak Banjir dan Longsor Buol, Akses Trans Sulawesi Lumpuh
Puluhan keluarga di Desa Molangato, Buol, Sulawesi Tengah, terdampak banjir dan longsor Buol yang terjadi Jumat malam, menyebabkan akses jalan Trans Sulawesi sempat lumpuh.
Bencana banjir dan tanah longsor melanda Desa Molangato, Kecamatan Paleleh, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, pada Jumat (5/12) malam. Peristiwa ini menyebabkan setidaknya 65 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung. Dua keluarga bahkan terpaksa mengungsi akibat kondisi rumah mereka yang tidak lagi aman.
Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Akris Fattah Yunus, mengonfirmasi dampak bencana ini dalam keterangannya di Palu pada Sabtu (6/12). Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam menjadi pemicu utama. Kondisi ini juga mengakibatkan terputusnya akses penting di jalur Trans Sulawesi.
Jalur Trans Sulawesi yang menghubungkan Gorontalo menuju Buol dan sebaliknya tidak dapat dilalui kendaraan. Material longsor menutupi badan jalan, menghambat mobilitas warga dan distribusi barang. Penanganan darurat kini tengah diupayakan oleh berbagai pihak terkait di lokasi kejadian.
Dampak dan Penanganan Awal Bencana Banjir dan Longsor Buol
Bencana banjir dan longsor Buol terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Desa Molangato dari pukul 18.30 hingga 21.30 WITA. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan air meluap dan tanah longsor di beberapa titik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah segera merespons laporan kejadian ini.
Akris Fattah Yunus menjelaskan bahwa Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Buol bersama aparat desa setempat langsung melakukan asesmen awal. Koordinasi intensif juga dilakukan untuk mempercepat penanganan di lokasi terdampak. “Berdasarkan laporan sementara, dua keluarga mengungsi akibat kondisi rumah yang terdampak banjir,” kata Akris Fattah Yunus.
Meskipun kondisi cuaca sudah membaik dan banjir mulai surut, dampak material masih terasa. Warga bersama aparat bahu-membahu membersihkan rumah-rumah yang terendam lumpur. Proses pembersihan ini juga dilakukan pada badan jalan yang sempat tertutup material longsor.
Kendala Akses dan Kebutuhan Mendesak Pasca Banjir dan Longsor Buol
Material longsor yang menutupi badan jalan Trans Sulawesi menjadi kendala serius bagi mobilitas. Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas, mengisolasi sebagian wilayah. “Material longsor yang menutup badan jalan menyebabkan kendaraan roda dua dan roda empat tidak bisa melintas. Saat ini pembersihan sementara dilakukan secara manual oleh warga dan aparat setempat,” ujarnya.
Akris Fattah Yunus menekankan bahwa pembersihan manual memiliki keterbatasan dalam menghadapi volume material longsor yang besar. Oleh karena itu, kebutuhan mendesak saat ini meliputi bantuan logistik bagi warga terdampak. Dukungan alat berat juga sangat diperlukan untuk mempercepat pembersihan material longsor di ruas jalan Trans Sulawesi.
Penanganan bencana banjir dan longsor Buol ini masih terus berlangsung untuk memastikan mobilitas kembali normal secepatnya. Akris Fattah Yunus melanjutkan bahwa kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini meliputi bantuan logistik bagi warga terdampak serta dukungan alat berat untuk membersihkan material longsor di ruas jalan Trans Sulawesi. Pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga yang terdampak menjadi fokus utama, dengan kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat sangat krusial dalam fase pemulihan ini.
Sumber: AntaraNews