Kebakaran di Pasar Kanjengan Hanguskan 468 Kios, Pedagang Kecil Kehilangan Nafkah
Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat menyiapkan langkah penanganan bagi para pedagang yang kehilangan tempat usaha.
Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang mencatat sebanyak 468 kios terdampak kebakaran di Pasar Kanjengan, kawasan Johar, Semarang. Dari jumlah tersebut, 450 di antaranya merupakan los pedagang kaki lima (PKL) yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat kecil.
"Kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp5 miliar hingga Rp6 miliar,” kata Kepala Disdag Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva, Kamis (30/4).
Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat menyiapkan langkah penanganan bagi para pedagang yang kehilangan tempat usaha. Salah satu upaya yang dilakukan adalah relokasi sementara agar aktivitas ekonomi tetap berjalan.
"Kami akan mendata para pedagang, termasuk kebutuhan lokasi berjualan sementara. Kami siap memfasilitasi agar aktivitas perdagangan dapat kembali jalan,” ungkapnya.
Relaksasi Kredit dan Penataan Ulang Kawasan Pasca Kebakaran
Selain itu, Pemkot juga membuka peluang kebijakan tambahan berupa relaksasi kredit bagi pedagang terdampak. Namun, opsi ini masih dalam tahap pembahasan dan menunggu arahan Wali Kota.
Tak hanya fokus pada penanganan darurat, pemerintah juga menyiapkan penataan ulang kawasan bekas kebakaran sebagai bagian dari proses pemulihan jangka panjang.
"Langkah itu dilakukan agar kawasan pasar pasca kebakaran dapat kembali tertata dan berfungsi optimal setelah proses pemulihan selesai," jelasnya.
Polisi Selidiki
Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran yang terjadi pada Rabu (29/4) sekitar pukul 23.00 WIB. Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Heri Wahyudi mengatakan tim Inafis dari Polda masih berada di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
"Tim Inafis dari Polda masih di lokasi kejadian untuk penyelidikan,” kata dia.
Hingga kini, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Polisi juga belum menyimpulkan apakah terdapat unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut.
"Kita belum bisa menduga penyebabnya, masih dalam pendalaman,” ungkapnya.
Kebakaran Terjadi saat Pasar Sepi
Peristiwa kebakaran terjadi pada Rabu (29/4) malam sekitar pukul 23.00 WIB, saat kondisi pasar dalam keadaan sepi. Akibatnya, para pemilik kios tidak sempat menyelamatkan barang dagangan mereka, sehingga kerugian yang ditimbulkan semakin besar.
Insiden ini menambah daftar panjang musibah yang menghantam sektor perdagangan tradisional, sekaligus menjadi ujian bagi upaya pemulihan ekonomi para pedagang kecil di Kota Semarang.