BPBD Sulteng Laporkan Dua Desa di Buol Dilanda Banjir, Ratusan KK Terdampak
Dua desa di Kecamatan Lakea, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, dilanda banjir pada Rabu malam. BPBD Sulteng melaporkan ratusan kepala keluarga terdampak banjir Buol akibat luapan Sungai Lakea II.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melaporkan terjadinya banjir di dua desa di Kabupaten Buol pada Rabu malam. Peristiwa ini melanda Desa Lakea II dan Desa Ngune yang berada di wilayah Kecamatan Lakea. Tim reaksi cepat telah diterjunkan untuk melakukan pendataan dan penanganan awal di lokasi terdampak.
Banjir Buol ini disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi dan berlangsung cukup lama di wilayah tersebut. Intensitas hujan deras mengakibatkan volume air Sungai Lakea II meningkat drastis hingga meluap ke permukiman warga. Laporan resmi mengenai kejadian ini diterima oleh petugas terkait sekitar pukul 21.19 WITA.
Pihak BPBD Sulteng, melalui Plt Kepala Pelaksana Asbudianto, menyatakan bahwa koordinasi telah dilakukan dengan Pusdalops BPBD Kabupaten Buol. Langkah penanganan lebih lanjut sedang dipersiapkan untuk membantu masyarakat yang terdampak. Prioritas utama adalah memastikan keselamatan warga serta mengidentifikasi kebutuhan mendesak di lapangan.
Dampak Awal dan Koordinasi Penanganan Banjir Buol
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Lakea, Kabupaten Buol, menjadi pemicu utama luapan Sungai Lakea II. Air sungai yang meluap kemudian merendam permukiman warga di Desa Lakea II dan Desa Ngune pada Rabu malam. Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 20.00 WITA setelah hujan turun tanpa henti selama beberapa jam.
Berdasarkan data sementara yang berhasil dihimpun oleh tim di lapangan, sekitar 500 kepala keluarga (KK) di Desa Lakea II telah teridentifikasi terdampak langsung oleh banjir. Sementara itu, jumlah pasti warga yang terdampak di Desa Ngune masih dalam proses pendataan oleh petugas. BPBD terus berupaya mengumpulkan informasi lengkap mengenai skala kerusakan dan kebutuhan masyarakat.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Asbudianto, menegaskan bahwa hingga saat ini, tidak ada laporan mengenai korban jiwa akibat peristiwa banjir Buol ini. Selain itu, belum ada warga yang dilaporkan harus mengungsi dari rumah mereka. Situasi ini menunjukkan bahwa penanganan awal berjalan baik dalam mengantisipasi dampak yang lebih buruk bagi penduduk setempat.
Respons Cepat BPBD dan Upaya Mitigasi Jangka Panjang
BPBD Sulteng telah mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi langsung dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Buol segera setelah laporan diterima. Tim gabungan ini segera melakukan asesmen di lokasi terdampak untuk mendapatkan gambaran kondisi riil dan menentukan prioritas penanganan. Penilaian lapangan sangat penting untuk menentukan jenis bantuan yang paling dibutuhkan oleh masyarakat.
Koordinasi antara BPBD Provinsi dan Kabupaten bertujuan untuk memastikan penanganan banjir Buol berjalan efektif dan terstruktur. Mereka bekerja sama dalam mengumpulkan data, menyalurkan bantuan logistik jika diperlukan, serta merencanakan langkah mitigasi jangka panjang. Komunikasi yang intensif menjadi kunci dalam situasi darurat seperti ini untuk memberikan respons yang cepat dan tepat.
Identifikasi kebutuhan mendesak telah dilakukan oleh tim di lapangan. Salah satu prioritas utama adalah pembangunan tanggul sungai yang lebih kokoh di sepanjang aliran Sungai Lakea II. Selain itu, normalisasi atau pengerukan Sungai Lakea II juga dianggap krusial untuk meningkatkan kapasitas sungai dan mencegah terulangnya kejadian banjir di masa mendatang, demi keamanan warga.
Meskipun laporan terbaru menyebutkan bahwa hujan telah reda, ketinggian air di beberapa lokasi terdampak masih menunjukkan peningkatan. Kondisi ini memerlukan pemantauan berkelanjutan dari pihak BPBD dan instansi terkait untuk memastikan keselamatan warga. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan selalu mengikuti arahan dari petugas penanggulangan bencana demi keamanan bersama.
Sumber: AntaraNews