10 Rumah Terdampak Banjir Balantak Utara, BPBD Sulteng Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem
Banjir melanda Balantak Utara, Kabupaten Banggai, menyebabkan 10 rumah warga terdampak. BPBD Sulteng telah melakukan asesmen dan mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.
Banjir menerjang Desa Pangkalaseang Baru, Kecamatan Balantak Utara, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, pada Rabu siang sekitar pukul 14.00 WITA. Peristiwa alam ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah pegunungan selama kurang lebih tiga jam tanpa henti.
Akibat intensitas hujan yang tinggi, sepuluh unit rumah warga terdampak genangan air yang mencapai lutut orang dewasa di dua dusun. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah telah melaporkan secara rinci dampak dari kejadian ini.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Asbudianto, memastikan bahwa tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD telah segera bergerak ke lokasi untuk melakukan asesmen awal.
Detail Dampak dan Jumlah Warga Terdampak Banjir Balantak Utara
Curah hujan yang sangat tinggi di wilayah pegunungan menjadi pemicu utama luapan air sungai yang merendam permukiman warga. Genangan air ini melanda Dusun 1 dan Dusun 2 di Desa Pangkalaseang Baru, dengan ketinggian yang cukup signifikan.
Di Dusun 1, dampak banjir Balantak Utara terasa pada delapan unit rumah, yang dihuni oleh delapan kepala keluarga atau total 30 jiwa. Di antara mereka, terdapat enam lanjut usia dan dua balita yang membutuhkan perhatian khusus.
Sementara itu, di Dusun 2, dua unit rumah lainnya juga terdampak, dengan total enam jiwa yang menghuni. Dua dari enam jiwa tersebut merupakan lanjut usia, menunjukkan bahwa kelompok rentan turut merasakan dampak bencana ini.
Meskipun demikian, Asbudianto menegaskan bahwa situasi terkendali karena tidak ada laporan korban jiwa. Seluruh warga terdampak juga tidak memerlukan evakuasi atau pengungsian dari tempat tinggal mereka.
Upaya Penanganan dan Kebutuhan Mendesak Pasca-Banjir
Menyikapi kejadian banjir Balantak Utara ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Tengah segera bertindak cepat. Mereka telah melakukan asesmen komprehensif di lokasi kejadian untuk mengidentifikasi kerusakan dan kebutuhan.
Koordinasi erat juga telah terjalin dengan BPBD Kabupaten Banggai guna merencanakan langkah penanganan lebih lanjut. Kolaborasi antarlembaga ini krusial untuk memastikan respons yang efektif dan berkelanjutan.
Beberapa kebutuhan mendesak telah diidentifikasi untuk mitigasi risiko banjir di masa mendatang. Prioritas utama adalah normalisasi sungai agar aliran air dapat kembali lancar dan tidak meluap saat hujan deras.
Selain itu, pemasangan bronjong sebagai penguat tebing sungai dan pembangunan drainase yang memadai di area permukiman sangat diperlukan. Langkah-langkah ini vital untuk mencegah terulangnya banjir susulan dan melindungi masyarakat.
Meskipun air telah surut dan kondisi berangsur kondusif, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Potensi cuaca ekstrem masih mungkin terjadi, sehingga kesiapsiagaan menjadi kunci.
Sumber: AntaraNews