Banjir Kabupaten Serang Rendam Ribuan Rumah, Warga Diimbau Tetap Waspada
Sebanyak 2.682 rumah di Kabupaten Serang terendam banjir akibat cuaca ekstrem, menjadikan Banjir Kabupaten Serang sebagai perhatian utama penanggulangan bencana.
Banjir melanda Kabupaten Serang, Banten, merendam ribuan rumah warga dan menyebabkan dampak luas di 13 kecamatan. Bencana hidrometeorologi ini terjadi akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut sejak Jumat hingga Minggu malam.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mencatat sebanyak 2.682 rumah warga terdampak, dengan total 3.099 Kepala Keluarga (KK) atau 9.184 jiwa merasakan langsung dampak banjir. Kondisi ini menuntut kewaspadaan tinggi dari masyarakat dan respons cepat dari pihak berwenang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, menegaskan bahwa prioritas pengawasan diberikan kepada 337 lansia dan 222 balita yang berada di lokasi terdampak. Tim BPBD terus bergerak melakukan kaji cepat dan menyalurkan bantuan logistik ke berbagai titik yang terisolir.
Dampak Luas Bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Serang
Banjir Kabupaten Serang kali ini tidak hanya merendam pemukiman, tetapi juga mengganggu akses jalan desa dan fasilitas umum penting. Sebanyak 24 desa yang tersebar di 13 kecamatan berbeda terkena dampak langsung dari bencana ini.
Kecamatan-kecamatan yang terdampak meliputi Jawilan, Cinangka, Tunjungteja, Pamarayan, Bojonegara, Kibin, Ciruas, Binuang, Carenang, Kramatwatu, Tanara, Pontang, dan Cikande. Beberapa fasilitas publik seperti Masjid Al Amin dan SDN 1 Tonjong juga tidak luput dari genangan air.
Selain banjir, hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang juga memicu pergerakan tanah di Desa Kadubereum, Kecamatan Padarincang, dan Desa Margatani, Kecamatan Kramatwatu. Kejadian pohon tumbang turut dilaporkan di Desa Mangkunegara, menambah daftar kerusakan akibat cuaca ekstrem.
Kondisi Terkini dan Upaya Penanganan Banjir
Ketinggian muka air (TMA) di lokasi terdampak Banjir Kabupaten Serang bervariasi, menunjukkan kondisi yang dinamis di lapangan. Di Kecamatan Pontang, air masih setinggi 60 sentimeter, sementara di wilayah lain seperti Carenang dan Jawilan ketinggian air berkisar antara 40 hingga 50 sentimeter.
Tim BPBD Kabupaten Serang terus berupaya maksimal dalam melakukan kaji cepat dan pendistribusian bantuan logistik kepada para korban. Namun, Ajat Sudrajat mengakui adanya kendala signifikan dalam sarana prasarana yang dimiliki.
Kebutuhan mendesak saat ini meliputi alat penyedot air (alkon), perahu karet untuk evakuasi, serta pasokan makanan siap saji yang memadai. Dukungan dari berbagai pihak sangat diharapkan untuk mempercepat proses penanganan dan pemulihan pascabencana.
Peringatan Dini dan Imbauan Kewaspadaan
Pihak BPBD bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat Kabupaten Serang. Khususnya bagi warga di wilayah bagian barat, imbauan untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat susulan sangat ditekankan.
Hujan lebat ini berpotensi disertai petir dan angin kencang, yang dapat memperburuk situasi Banjir Kabupaten Serang. Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai diimbau untuk tidak menunda evakuasi mandiri apabila debit air kembali menunjukkan kenaikan signifikan.
Langkah evakuasi dini ini krusial guna menghindari jatuhnya korban jiwa dan meminimalisir risiko yang lebih besar. Kesiapsiagaan dan respons cepat dari masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi lanjutan.
Sumber: AntaraNews