BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem, Banjir Landa Sarolangun Jambi
BMKG memprediksi cuaca ekstrem masih berpotensi melanda Kabupaten Sarolangun, Jambi, hingga tiga hari ke depan, menyusul banjir parah yang telah merendam ratusan rumah di wilayah tersebut.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprediksi masih akan mengguyur wilayah ini, terutama pada sore, malam, hingga dini hari, dalam tiga hari ke depan.
Prakirawan BMKG Jambi, Muhammad Randy Herdyansyah HB, mengimbau masyarakat serta para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan. Hal ini mengingat dinamika atmosfer yang signifikan berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Peringatan ini muncul setelah Kabupaten Sarolangun dilanda banjir besar akibat hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu (25/4). Ratusan rumah di beberapa kecamatan terendam air dengan ketinggian bervariasi, bahkan mencapai dua meter di beberapa titik, akibat luapan Sungai Batang Asai dan Batang Tembesi.
Peringatan BMKG dan Potensi Cuaca Ekstrem di Jambi
BMKG Jambi secara spesifik mengumumkan bahwa Kabupaten Sarolangun masih memiliki potensi tinggi untuk mengalami hujan ringan hingga sedang. Kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan akan berlangsung hingga tiga hari ke depan, dengan waktu puncak hujan yang sering terjadi pada periode sore, malam, dan dini hari.
Muhammad Randy Herdyansyah HB menekankan pentingnya kewaspadaan mengingat dinamika atmosfer yang masih sangat aktif. Fenomena ini berpotensi besar untuk menyebabkan berbagai bencana hidrometeorologi, termasuk banjir bandang, genangan air, serta tanah longsor di daerah-daerah rawan.
Oleh karena itu, BMKG mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk bersama-sama mempersiapkan diri. Kesiapsiagaan dini diharapkan dapat meminimalkan risiko dan dampak buruk yang mungkin ditimbulkan oleh potensi cuaca ekstrem yang berkelanjutan ini.
Dampak Banjir Parah Melanda Sarolangun
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sarolangun, Solahudin Nopri, mengonfirmasi bahwa sejumlah wilayah di Sarolangun telah terendam banjir. Banjir ini merupakan dampak langsung dari hujan deras yang terus-menerus mengguyur sejak Sabtu (25/4) lalu, menyebabkan luapan signifikan pada Sungai Batang Asai dan Batang Tembesi.
Kecamatan yang paling parah terdampak meliputi Batangasai, Cermin Nan Gedang (CNG), dan Bathin VIII. Laporan awal menunjukkan ratusan rumah warga terendam, dengan ketinggian air yang sangat mengkhawatirkan, mencapai hingga dua meter di beberapa lokasi.
Di Desa Teluk Kecimbung, Kecamatan Bathin VIII, kondisi banjir bahkan dilaporkan sangat ekstrem, di mana tinggi air menyentuh atap rumah warga. Situasi ini menunjukkan tingkat keparahan bencana yang membutuhkan perhatian dan penanganan segera dari berbagai pihak.
Kerusakan Infrastruktur dan Data Korban Terdampak
Camat Batangasai, Asmiati, melaporkan bahwa banjir di wilayahnya telah berdampak pada tujuh desa. Salah satu dampak paling parah adalah robohnya satu jembatan penghubung antar-dusun yang tersapu oleh derasnya arus banjir, mengganggu aksesibilitas warga.
Di Desa Pekan Gedang, dua rumah dilaporkan hanyut terbawa arus air, dua unit mengalami rusak berat, dan tiga unit rusak ringan, dengan total 93 Kepala Keluarga (KK) terdampak. Banjir juga merendam 12 rumah di Desa Pulau Salak Baru, 30 rumah di Desa Paniban, dan 19 bangunan di Desa Batu Empang.
Selain itu, 14 rumah di Desa Muara Pemuat dan tujuh rumah di Desa Simpang Narso juga terendam, serta Pasar di Gerabak yang masih dalam proses pendataan. Meskipun air mulai surut, warga di daerah hilir dan dekat sungai diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.
Kepala Desa Teluk Kecimbung, Abu Nawas, menambahkan bahwa banjir luapan Sungai Batang Tembesi mulai melanda desanya sejak Minggu dini hari pukul 01.00 WIB. Ketinggian air terus meningkat hingga pagi hari, merendam badan jalan dan ratusan rumah di Dusun I, III, dan IV Desa Teluk Kecimbung.
Sumber: AntaraNews