Kepala BMKG Sebut Puncak Cuaca Ekstrem di Jabodetabek Terjadi pada 10 sampai 11 Maret

Dwikorita menyebut puncak cuaca ekstrem diperkirakan akan berlangsung pada tanggal 10-11 Maret 2025.

Delvira
Oleh Delvira - Reporter
Kepala BMKG Sebut Puncak Cuaca Ekstrem di Jabodetabek Terjadi pada 10 sampai 11 Maret
Banjir di Kebon Pala (Antara)

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyatakan cuaca ekstrem yang mengakibatkan hujan badai hingga banjir di berbagai kawasan Jabodetabek, masih akan berlangsung hingga sepekan ke depan.

“Per tanggal 27 Februari, BMKG menyampaikan peringatan dini cuaca ekstrem sepekan ke depan. Ini kami update untuk potensi sepekan ke depan fenomena masih akan berlanjut,” kata Dwikorita dalam rapat koordinasi bersama Menko PMK, Selasa (4/3).

Dwikorita menyebut puncak cuaca ekstrem diperkirakan akan berlangsung pada tanggal 10-11 Maret 2025.

“Nampaknya puncaknya tanggal 11. Kemungkinan akan ekstrem lagi sekitar tanggal 10-11 (Maret),” kata dia.

“Kami memohon agar terus update perkembangan informasi cuaca,” sambungnya. 

Banjir Rendam Jabodetabek

Banjir merendam sejumlah wilayah di Jabodetabek. Di Jakarta, banjir mencapai dua meter. Kondisi serupa terjadi di beberapa wilayah kawasan Bekasi, Bogor, Depok, dan Tangerang.

Hingga pagi ini, BPBD Jakarta mencatat genangan terjadi di 62 RT dan 4 ruas jalan. Di Jalan Kebon Pala II, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, banjir tak kunjung surut hingga menyebabkan aktivitas warga terganggu.

Terlihat sejak pukul 08.00 WIB, warga bolak balik menyelamatkan pakaian dan dokumen pentingnya dari rumah ke permukiman atas. Untuk menuju ke rumahnya pun ada yang harus menggunakan perahu karet atau baju pelampung.

"Ya begini, kalau mau ke mana-mana harus basah, pakai perahu karet, makin ke sana makin dalam soalnya. Yang mau kerja jadi terhambat juga kan keluarnya, motor di parkir di atas," kata Ketua RT 12/RW 04, Rukimah (53) saat ditemui di lokasi, Jakarta Timur, Selasa.

Terlihat beberapa warga masih bertahan di rumahnya. Petugas terus berusaha mengevakuasi warga yang hendak pindah ke pengungsian ataupun yang mau ke rumahnya untuk mengambil barang bawaannya.

Tim dari kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bersiaga dengan perahu karet untuk mengevakuasi warga.

Sementara, ada beberapa warga korban banjir yang mengungsi ke SDN 01 Kampung Melayu. Mereka yang mengungsi mayoritas ibu-ibu, anak-anak, dan lanjut usia (lansia).

Halaman
Rekomendasi