Bencana hidrometeorologi yang dipicu hujan lebat meluas di Kabupaten Serang, Banten, hingga mencakup 32 desa di 17 kecamatan. Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama kurang lebih satu hari penuh, menyebabkan dampak signifikan bagi ribuan penduduk. Data terbaru menunjukkan bahwa ribuan kepala keluarga dan jiwa kini harus menghadapi dampak langsung dari bencana alam ini.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang melaporkan bahwa hingga Selasa malam, 13 Januari, sebanyak 5.386 kepala keluarga atau 19.088 jiwa telah terdampak. Angka ini mencakup korban banjir, tanah longsor, dan juga angin kencang yang terjadi secara bersamaan. Situasi darurat ini menuntut respons cepat dan terkoordinasi dari berbagai pihak.
Meluapnya sejumlah sungai besar menjadi pemicu utama banjir yang merendam ribuan rumah warga dengan ketinggian air bervariasi. BPBD Kabupaten Serang kini tengah berupaya melakukan evakuasi dan pendataan lebih lanjut. Rekomendasi untuk penetapan status tanggap darurat pun telah diajukan guna mempercepat penanganan bencana di lapangan.
Advertisement
Advertisement
Dampak Luas dan Korban Banjir Kabupaten Serang
Bencana hidrometeorologi di Kabupaten Serang telah menimbulkan dampak yang sangat luas, meliputi 17 kecamatan dan 32 desa yang tersebar di wilayah tersebut. Data mutakhir yang dihimpun BPBD Kabupaten Serang menunjukkan bahwa total 19.088 jiwa harus menghadapi kondisi sulit akibat bencana ini. Angka tersebut mencerminkan skala kerusakan dan kerugian yang tidak sedikit bagi masyarakat setempat.
Di antara belasan ribu warga yang terdampak, terdapat kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus. BPBD merinci bahwa 439 lansia, 1.922 balita dan anak-anak, 3 ibu hamil, serta 24 ibu menyusui termasuk dalam kategori ini. Keberadaan kelompok rentan ini menjadi prioritas utama dalam upaya penanganan dan evakuasi yang sedang berlangsung di berbagai lokasi terdampak. Perlindungan dan pemenuhan kebutuhan dasar mereka menjadi krusial.
Selain dampak pada populasi, bencana ini juga menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur hunian warga. Tercatat total 4.934 rumah terdampak, dengan rincian 4.889 rumah terendam banjir, 44 rumah terdampak longsor, dan satu rumah rusak akibat angin kencang. Kerusakan ini menggarisbawahi urgensi bantuan perbaikan dan pemulihan bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal atau mengalami kerusakan parah.
Advertisement
Advertisement
Penyebab dan Sebaran Wilayah Terdampak Banjir
Banjir di Kabupaten Serang dipicu oleh intensitas hujan lebat yang berlangsung selama kurang lebih satu hari penuh, menyebabkan sejumlah sungai besar meluap. Sungai-sungai yang dilaporkan meluap antara lain Sungai Ciwaka, Cikalumpang, Cidurian, Ciujung, Sumur Gede, dan Rawa Danau. Ketinggian muka air di berbagai lokasi bervariasi, mulai dari 2 sentimeter hingga mencapai 60 sentimeter, merendam banyak area permukiman warga.
Wilayah terdampak bencana hidrometeorologi ini tersebar di berbagai penjuru Kabupaten Serang, menunjukkan cakupan yang sangat luas. Berikut adalah daftar 17 kecamatan yang dilaporkan terdampak oleh banjir, tanah longsor, dan angin kencang:
Sebaran geografis yang luas ini menambah kompleksitas dalam upaya penanganan dan distribusi bantuan. Tim BPBD bersama relawan terus bekerja keras untuk menjangkau seluruh area yang terisolir dan memastikan bantuan sampai kepada yang membutuhkan. Koordinasi antar instansi menjadi kunci keberhasilan mitigasi dan penanganan bencana ini.
Advertisement
Advertisement
Upaya Penanganan dan Kebutuhan Mendesak di Lapangan
Menanggapi eskalasi dampak bencana, BPBD Kabupaten Serang telah merekomendasikan penerbitan status Tanggap Darurat. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat mobilisasi sumber daya dan koordinasi antar lembaga dalam penanganan bencana. Status tanggap darurat akan memungkinkan respons yang lebih cepat dan efektif untuk membantu masyarakat terdampak.
Saat ini, sebagian warga terdampak banjir telah melakukan evakuasi mandiri ke rumah saudara atau tempat yang dianggap lebih aman. Selain itu, tim BPBD juga telah melakukan evakuasi warga di beberapa lokasi spesifik seperti Masjid Jami Nuroh BCP 2 dan kawasan BNL. Upaya evakuasi terus dilakukan, terutama di daerah-daerah yang masih terendam banjir tinggi dan berisiko.
Kebutuhan mendesak di lapangan yang dicatat oleh BPBD Kabupaten Serang meliputi alat penyedot air (alkon), makanan siap saji, tenda, dan perahu fiber. Pasokan kebutuhan dasar ini sangat vital untuk mendukung operasional tim di lapangan dan memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi. Meskipun banjir di beberapa titik seperti Desa Tanjung Manis, Kecamatan Anyer, dan Desa Sentul, Kecamatan Kragilan, dilaporkan mulai kondusif, tim BPBD tetap bersiaga penuh mengingat cuaca masih berawan dan berpotensi hujan. Kewaspadaan tinggi tetap diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan bencana susulan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews