Bencana Hidrometeorologi Serang: Ratusan Warga Masih Bertahan di Pengungsian
Bencana hidrometeorologi Serang masih menyisakan duka. Sebanyak 625 warga Kabupaten Serang hingga kini masih bertahan di pengungsian, menanti kondisi pulih sepenuhnya.
SERANG – Bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Kabupaten Serang, Provinsi Banten, menyebabkan ratusan warga harus mengungsi. Hingga Rabu malam, 21 Januari, tercatat sebanyak 625 warga dari 187 Kepala Keluarga (KK) masih bertahan di berbagai titik pengungsian.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang terus berupaya memberikan bantuan dan memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, menyatakan bahwa konsentrasi pengungsi terbanyak berada di Desa Kadubereum, Kecamatan Padarincang.
Para warga terdampak bencana ini memanfaatkan fasilitas umum yang aman dari genangan air sebagai tempat berlindung sementara. Lokasi pengungsian mencakup masjid, mushola, dan gedung sekolah dasar yang tersebar di beberapa kecamatan.
Titik Pengungsian dan Upaya Penanganan
Saat ini, para pengungsi menempati empat titik lokasi pengungsian aktif yang tersebar di Kecamatan Padarincang, Binuang, dan Carenang. Di Desa Kadubereum, Kecamatan Padarincang, sebanyak 145 KK atau 430 jiwa mengungsi di bangunan Madrasah Raudathul Janah.
Selain itu, pengungsi juga tercatat di Kecamatan Binuang, tepatnya di Desa Cakung dengan 147 jiwa dan Desa Renged dengan 27 jiwa. Sementara di Kecamatan Carenang, 21 jiwa warga Desa Mekarsari mengungsi di Mushola As-Sobirin.
Meskipun demikian, BPBD mencatat adanya tren positif di mana sebagian warga mulai kembali ke rumah masing-masing. Sebanyak 328 jiwa atau 82 KK dilaporkan telah meninggalkan pengungsian seiring kondusifnya situasi di beberapa titik yang terdampak bencana.
Jenis Bencana dan Distribusi Wilayah Terdampak
Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Serang meliputi tiga jenis kejadian utama, yaitu banjir, tanah longsor, dan angin kencang atau pohon tumbang. Kejadian ini tersebar luas di 77 desa pada 25 kecamatan di Kabupaten Serang.
Banjir menjadi kejadian paling dominan, melanda 23 kecamatan di wilayah tersebut. Disusul oleh angin kencang yang terjadi di delapan kecamatan, serta pergerakan tanah yang dilaporkan di lima kecamatan.
Kerusakan akibat bencana ini memerlukan penanganan serius dari pemerintah daerah dan dukungan dari berbagai pihak. Kondisi geografis Serang yang beragam menjadikannya rentan terhadap berbagai jenis bencana hidrometeorologi.
Dukungan Kebutuhan dan Kesehatan Pengungsi
Untuk menjamin kenyamanan dan kesehatan warga yang masih mengungsi, BPBD Kabupaten Serang terus berupaya memenuhi kebutuhan mendesak. Bantuan yang disalurkan meliputi makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, selimut, family kit, hingga perlengkapan bayi.
Pihak BPBD juga terus berkoordinasi erat dengan puskesmas setempat, khususnya di Kecamatan Binuang. Koordinasi ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin bagi para pengungsi guna mengantisipasi potensi penyakit pascabanjir.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya komprehensif pemerintah daerah dalam penanganan darurat bencana. Hal ini memastikan bahwa para pengungsi mendapatkan perawatan medis yang diperlukan selama berada di lokasi pengungsian.
Sumber: AntaraNews