AS-Iran Resmi Berdamai, Trump dan Pezeshkian Teken Kesepakatan di Tempat Berbeda
Di mana tempat Trump dan Pezeshkian berada ketika mereka menandatangani perjanjian damai antara AS dan Iran?
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah secara resmi menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang menjadi langkah awal untuk menciptakan perdamaian antara kedua negara. Penandatanganan ini berlangsung di tempat yang berbeda, tetapi menggunakan dokumen yang sama. Trump melakukan penandatanganan di Istana Versailles, Prancis, sebelum menghadiri jamuan makan malam yang diadakan oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron.
Momen bersejarah ini diabadikan dalam sebuah video yang diunggah oleh Wakil Kepala Staf Gedung Putih, Dan Scavino, melalui media sosial X. Dalam unggahannya, Scavino menjelaskan bahwa Trump menandatangani dokumen tersebut setelah Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menerima dokumen itu, dikutip dari CNN, Kamis (18/6/2026).
“Sesaat sebelum jamuan makan malam di Versailles yang diselenggarakan Presiden Emmanuel Macron, Presiden Donald Trump menandatangani Memorandum of Understanding Iran setelah diterima Menteri Luar Negeri Marco Rubio. Ini merupakan momen penting dalam sejarah,” tulis Scavino.
Dalam waktu yang hampir bersamaan, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, juga menandatangani dokumen yang sama di Iran. Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, mengeluarkan foto yang menunjukkan Pezeshkian memegang dokumen berbahasa Persia yang telah ditandatangani olehnya dan Trump di bagian bawah.
Seorang pejabat AS menyatakan bahwa setelah Trump menandatangani dokumen di Prancis, Washington mengirimkan foto dokumen yang telah ditandatangani kepada pihak Iran. Pezeshkian kemudian menandatangani dokumen tersebut, sehingga nota kesepahaman ini resmi disepakati oleh kedua negara.
Pertemuan yang Dijadwalkan di Swiss Dibatalkan
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa nota kesepahaman (MoU) telah selesai dan ditandatangani secara elektronik oleh kedua belah pihak. Oleh karena itu, rencana untuk mengadakan seremoni penandatanganan di Jenewa, Swiss, dibatalkan.
Dokumen yang memiliki panjang sekitar 800 kata dan terdiri dari 14 poin ini menjadi dasar bagi penghentian sementara operasi militer antara Amerika Serikat dan Iran. Kesepakatan tersebut juga mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, pelonggaran bertahap sanksi terhadap Iran, pembahasan mengenai program nuklir Teheran, serta negosiasi untuk mencapai perjanjian damai final dalam waktu 60 hari.
Pakistan, yang berperan sebagai mediator dalam konflik ini, menyatakan bahwa nota kesepahaman tersebut akan berlaku efektif segera setelah ditandatangani oleh kedua pemimpin. Meskipun demikian, baik Washington maupun Teheran menegaskan bahwa MoU ini belum mencapai status perjanjian damai final. Kedua negara masih akan melanjutkan perundingan untuk menyelesaikan berbagai isu yang belum disepakati sebelum kesepakatan permanen ditandatangani.