AS Iming-imingi Iran dengan Uang Jika Setop Pengembangan Nuklir, Nilainya Rp 5 Kuadriliun
Pernyataan tersebut disampaikan Wapres AS J.D. Vance saat menanggapi laporan mengenai kemungkinan Iran menerima dana besar untuk memulihkan perekonomiannya.
Amerika Serikat menyatakan Iran berpeluang memperoleh dana rekonstruksi senilai 300 miliar dolar AS atau sekitar Rp5 kuadriliun apabila bersedia mematuhi sejumlah kewajiban yang disepakati dalam proses perdamaian dan pengawasan program nuklir.
Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Presiden AS J.D. Vance saat menanggapi laporan mengenai kemungkinan Iran menerima dana besar untuk memulihkan perekonomiannya.
"Dana tersebut merupakan hal yang dapat mereka akses, dengan didanai oleh koalisi Teluk, sepanjang mereka mematuhi kewajibannya," kata Vance kepada CBS News, Senin (15/6).
Vance menjelaskan, pemerintah AS tidak mempermasalahkan jika negara-negara di kawasan Teluk memilih menanamkan investasi untuk mendukung proses rekonstruksi dan pemulihan ekonomi Iran.
Namun, menurutnya, dukungan tersebut hanya dapat terealisasi apabila Teheran memenuhi sejumlah syarat yang berkaitan dengan program nuklirnya.
"Kami sepenuhnya terbuka dengan langkah negara-negara Teluk untuk berinvestasi dalam rekonstruksi di Iran. Asalkan Iran mengakhiri program nuklir mereka, menghilangkan uranium diperkaya mereka, dan terbuka sepenuhnya terhadap pengawasan dan langkah penegakan, yang dapat meyakinkan rakyat Amerika kalau mereka tak akan pernah memiliki senjata nuklir," ujar Vance.
Pemerintah AS menegaskan bahwa transparansi dan kepatuhan Iran terhadap mekanisme pengawasan internasional menjadi syarat utama sebelum bantuan ekonomi dan investasi dalam skala besar dapat diberikan.
Washington juga menginginkan jaminan bahwa Iran tidak akan mengembangkan senjata nuklir di masa mendatang.
Menurut Vance, keterbukaan terhadap inspeksi dan langkah penegakan yang disepakati menjadi faktor penting untuk membangun kepercayaan internasional.
Iran Sebut Ada Komitmen Pemulihan Ekonomi
Sebelumnya, kantor berita semi-resmi Iran, Mehr, melaporkan adanya nota kesepahaman perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat yang memuat komitmen pemulihan ekonomi Iran.
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa Amerika Serikat bersama para sekutunya berkewajiban menjamin upaya pemulihan ekonomi Iran dengan nilai sedikitnya 300 miliar dolar AS. Dilansir Antara, Selasa (16/6/2026).
Kabar itu kemudian memunculkan pertanyaan mengenai sumber dan mekanisme pencairan dana tersebut, yang selanjutnya dijelaskan oleh Vance sebagai dana yang dapat diakses Iran melalui dukungan negara-negara Teluk, dengan syarat seluruh kewajiban yang disepakati dijalankan.