Ini Bocoran 14 Poin Kesepakatan Damai Iran dan AS
Kantor Berita Mehr melaporkan mengenai 14 poin kesepakatan damai yang telah bocor.
Sejumlah media yang memiliki kedekatan dengan pemerintah Iran telah membocorkan isi nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang diduga menjadi dasar kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat setelah terjadinya konflik selama 107 hari. Dokumen yang dilaporkan oleh Kantor Berita Mehr ini diklaim akan menjadi landasan untuk melanjutkan negosiasi antara Washington dan Teheran. Namun, hingga saat ini, baik pemerintah AS maupun Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi atau mengonfirmasi isi dari kesepakatan tersebut.
Jika kesepakatan ini benar-benar diterapkan, hal ini tidak hanya akan mengakhiri konflik bersenjata antara kedua negara, tetapi juga dapat membuka kembali Selat Hormuz, yang merupakan jalur pelayaran penting yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas alam cair dunia.
Berikut adalah 14 poin utama yang disebutkan terdapat dalam draf kesepakatan tersebut, sebagaimana dikutip dari laman Mehr, pada Senin (15/6):
1. Penghentian perang secara permanen
Iran dan Amerika Serikat sepakat untuk menghentikan seluruh operasi militer secara permanen dan segera di semua front konflik, termasuk di Lebanon.
2. AS menghormati kedaulatan Iran
Washington berkomitmen untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri Iran dan menghormati kedaulatan Republik Islam Iran.
3. Blokade angkatan laut dicabut dalam 30 hari
Amerika Serikat disebut akan mengakhiri seluruh blokade maritim terhadap Iran dalam waktu maksimal 30 hari setelah kesepakatan berlaku.
4. Penarikan pasukan AS dari sekitar Iran
AS berkomitmen untuk mengurangi dan menarik pasukan militernya dari wilayah-wilayah yang berada di sekitar Iran.
5. Selat Hormuz dibuka kembali
Jalur pelayaran strategis Selat Hormuz akan dibuka kembali dalam waktu 30 hari berdasarkan mekanisme yang disepakati bersama dengan Iran.
6. Penangguhan Sanksi Terhadap Minyak Iran
Amerika Serikat memutuskan untuk menangguhkan berbagai sanksi yang diberlakukan pada sektor minyak, petrokimia, dan produk turunannya. Dengan langkah ini, Iran diizinkan untuk kembali menjual energi ke pasar internasional, yang sebelumnya terhambat oleh sanksi tersebut.
7. Iran Mendapatkan Akses Penuh Terhadap Pendapatan Energi
Selain penangguhan sanksi, Iran kini juga memperoleh akses penuh terhadap hasil penjualan minyak dan produk petrokimia. Hal ini merupakan perubahan signifikan setelah sebelumnya akses tersebut dibatasi oleh berbagai kebijakan internasional.
8. Dana Rekonstruksi Minimum Sebesar USD 300 Miliar
Amerika Serikat bersama sekutunya diwajibkan untuk menyusun program rekonstruksi bagi Iran dengan nilai minimal USD 300 miliar, yang setara dengan sekitar Rp 4.900 triliun. Ini merupakan langkah penting untuk memulihkan ekonomi Iran pasca-sanksi.
9. Negosiasi Lanjutan Selama 60 Hari
Kedua pihak akan melanjutkan perundingan selama 60 hari untuk mencapai kesepakatan final mengenai isu nuklir dan pencabutan sanksi secara menyeluruh. Proses ini diharapkan dapat menyelesaikan ketegangan yang telah berlangsung lama antara Iran dan negara-negara barat.
10. Iran Menegaskan Komitmen Terhadap NPT
Teheran kembali menegaskan komitmennya terhadap Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT). Mereka menyatakan dengan tegas bahwa Iran tidak akan memproduksi senjata nuklir, yang menunjukkan niat baik dalam menjaga stabilitas regional dan global.
11. Tidak ada penambahan pasukan dan sanksi baru
Selama proses negosiasi, Amerika Serikat telah memberikan komitmen untuk tidak menambah jumlah kekuatan militernya di kawasan dan tidak akan menerapkan sanksi baru terhadap Iran. Hal ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi tercapainya kesepakatan antara kedua belah pihak.
12. Pembebasan dana Iran yang dibekukan senilai USD 24 miliar
Sebesar USD 24 miliar aset Iran yang sebelumnya dibekukan akan dikembalikan. Dari total tersebut, setengahnya harus dicairkan sebelum dimulainya negosiasi final, sebagai langkah awal menuju penyelesaian yang lebih komprehensif.
13. Pembentukan mekanisme pengawasan
Kesepakatan yang dicapai akan diawasi melalui mekanisme khusus untuk memastikan bahwa semua poin yang disepakati dijalankan oleh kedua belah pihak. Ini penting untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam implementasi kesepakatan.
14. Kesepakatan final disahkan melalui PBB
Perjanjian damai yang dihasilkan nantinya akan diperkuat melalui resolusi dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selain dari 14 poin yang telah disebutkan, draf yang beredar juga menunjukkan bahwa pembicaraan final akan difokuskan pada tiga isu utama: program pengayaan uranium Iran, pencabutan sanksi, dan rekonstruksi ekonomi Iran. Sementara itu, isu mengenai program rudal balistik Iran dan dukungan Teheran terhadap kelompok-kelompok perlawanan di kawasan telah dihapus secara permanen dari agenda negosiasi. Jika semua ketentuan ini dapat dilaksanakan, kesepakatan antara Iran dan AS berpotensi menjadi salah satu terobosan diplomatik terbesar di Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir. Kesepakatan ini juga diharapkan dapat mengakhiri ketegangan yang pernah mengguncang pasar energi global serta mengancam jalur perdagangan internasional di Selat Hormuz.