Pengalaman Tak Terlupakan Jemaah Haji Termuda Asal Sulsel: Cuaca Panas hingga 47 Derajat Celcius
Sebagai jemaah haji termuda, merasakan cuaca panas hingga 47 derajat celcius di Arab Saudi menjadi pengalaman tak terlupakan bagi Zakiyah.
Jemaah haji termuda Kelompok Terbang (Kloter) 21 Debarkasi Makassar asal Kabupaten Soppeng Zakiyah Amaliah Ramadhani (13) akhirnya tiba di Asrama Haji Sudiang, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (16/6).
Sebagai jemaah haji termuda, merasakan cuaca panas hingga 47 derajat celcius di Arab Saudi menjadi pengalaman tak terlupakan bagi Zakiyah.
Saat di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makkassar, Zakiah mengaku senang bisa kembali usai menjalankan ibadah Rukun Islam kelima. Ia mengaku ibadah haji yang dijalani berjalan lancar.
"Alhamdulillah senang sekali bisa kembali pulang. Alhamdulillah perjalanannya lancar," ujarnya kepada wartawan.
Meski demikian, kata Zakiyah, tantangan terberat menjalankan ibadah haji yakni cuaca panas. Ia mengungkapkan cuaca di Arab Saudi sangat berbeda dengan di Indonesia.
"Halangannya cuma panas kemarin sampai 47 derajat celcius," tuturnya.
Ia bersyukur saat menjalankan ibadah haji, bisa memanjatkan doa untuk ibunya yang telah wafat tahun 2025. Ia berharap ibundanya bisa dilapangkan kuburnya.
"Ada doa untuk orang tua dan keluarga. Untuk ibu semoga dilapangkan kuburnya dan diterima di sisinya," kata dia.
Zakiah menambahkan pulang ke Sulsel tidak tangan kosong. Dirinya membawa oleh-oleh untuk keluarganya.
"Saya bawa kurma dan boneka unta. Bonekanya dikirim lewat kargo," ucapnya.
Jemaah Haji Termuda
Sekadar diketahui, Zakiah Amalia Ramadhani tercatat sebagai jemaah haji termuda di Kloter 13 Debarkasi Makassar. Ia menggantikan ibunya yang meninggal dunia.
Sementara itu, Gubernur Sulsel Andi Sudirman menyinggung penampilan jemaah haji bling-bling. Ia mengingatkan agar jemaah mengedepankan dan menjalankan syariat Islam usai menjalankan ibadah haji.
"Cuma saya ingin ajak ya syariat-syariat, sesuai ketentuan. Yang penting adalah Alquran," kata dia.
Andi Sudirman mengungkapkan ciri-ciri haji mabrur. Salah satunya perubahan kebiasaan dalam menjalankan ibadah, khususnya salat.
"Kalau dulunya malas ke masjid, tapi setelah pulang haji rajin ke masjid," ucapnya.
Ia mendoakan seluruh jemaah haji asal Sulsel bisa meraih mabrur.