Dampak Gempa Magnitudo 6,7, Jembatan 3 Palu Alami Keretakan dan Gunung Kamamora Longsor
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Utara belum mencatat adanya korban jiwa pascagempa terjadi.
Gempa berkekuatan magnitudo 6,7 yang berpusat di Palu Sulawesi Tengah menyebabkan sejumlah kerusakan bangunan dan tebing Gunung Kamarora mengalami longsor. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Utara belum mencatat adanya korban jiwa pascagempa terjadi.
Kepala Pelaksana BPBD Sulteng Asbudianto mengatakan gempa bumi terjadi pada pukul 12.25 Wita, Selasa (16/6).
Asbudianto mengatakan tiga daerah yakni Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong (Parimo), dan Poso yang paling terdampak akibat gempa tersebut.
"Wilayah Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parimo dan Poso diguncang gempabumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 6,7. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,03 LS; 120,24 BT," ujarnya melalui keterangan tertulisnya.
Asbudianto mengatakan berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sudah terjadi 42 kali gempa susulan. Ia menyebut satu kali terjadi gempa susulan dengan kekuatan Magnitudo 5.
"Sepuluh kali dengan rataan magnitudo 4. Tiga puluh satu kali dengan rataan Magnitudo 3 dan empat kali dengan rataan magnitudo 2," sebutnya.
Sejumlah Bangunan Roboh
Asbudianto merinci dampak gempa di Kota Palu, BPBD mencatat sejumlah bangunan roboh. Tak hanya itu, Jembatan 3 Palu mengalami keretakan yang menyabkan ditutup sementara.
Sementara di Kabupaten Sigi, beberapa bangunan roboh, saluran air terputus. Bahkan bukit Gunung Kamarora mengalami longsor.
"Di Kabupaten Parimo beberapa bangunan mengalami kerusakan. Begitu juga di Kabupaten Poso, beberapa bangunan mengalami kerusakan dan akses jalan di Napu mengalami kerusakan," ucapnya.
Sementara untuk korban jiwa, kata Asbudianto, pihaknya masih melakukan pendataan . Asbudianto mengingatkan kepada wartawa untuk tetap waspada terjadinya gempa susulan.
"Untuk korban jiwa dan data warga yang mengungsi masih dilakukan pendataan," pungkasnya.