FOTO: Gempa Berkekuatan 7,8 Guncang Filipina Selatan dan Picu Tsunami
Gempa kuat di lepas pantai Mindanao memicu korban jiwa dan kerusakan di sejumlah wilayah Filipina selatan.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 mengguncang lepas pantai Filipina selatan pada Senin, menewaskan sedikitnya 16 orang dan melukai lebih dari 200 lainnya. Guncangan kuat yang terjadi di wilayah dekat Pulau Mindanao itu juga memicu tsunami setinggi sekitar satu meter yang menghantam sejumlah kawasan pesisir.
Korban luka sebagian besar berasal dari bangunan yang mengalami kerusakan saat gempa terjadi. Sejumlah warga dilaporkan tertimpa reruntuhan ketika guncangan berlangsung, sementara tim penyelamat terus melakukan pencarian dan pendataan di daerah terdampak.
Kota General Santos menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak paling besar. Sejumlah bangunan runtuh dan infrastruktur penting mengalami kerusakan akibat kuatnya gempa. Kota pelabuhan yang dihuni lebih dari 700.000 penduduk tersebut merupakan pusat industri ekspor tuna dan aktivitas perdagangan di Filipina selatan.
Berdasarkan data otoritas seismologi Filipina, pusat gempa berada di laut pada kedalaman sekitar 33 kilometer dan berlokasi sekitar 32 kilometer barat daya Kota Maasim di Provinsi Sarangani. Gempa ini tercatat sebagai yang terkuat yang mengguncang Filipina sepanjang tahun ini.
Selain menimbulkan kerusakan di daratan, gempa juga memicu gelombang tsunami yang mencapai sejumlah wilayah pesisir. Dampak gelombang dilaporkan merusak permukiman warga di beberapa lokasi, termasuk sebuah desa di Provinsi Zamboanga del Sur yang mengalami kerusakan pada sejumlah rumah panggung.
Gelombang tsunami dalam ukuran lebih kecil turut terdeteksi di Indonesia, Palau, hingga Jepang bagian selatan. Meski demikian, dampak terbesar tetap dirasakan di wilayah Filipina yang berada paling dekat dengan pusat gempa.
Pemerintah Filipina mengerahkan bantuan dan personel tanggap darurat untuk mempercepat proses evakuasi, penanganan korban, serta penilaian kerusakan. Sementara itu, petugas masih melakukan pendataan guna memastikan jumlah korban dan tingkat kerusakan di berbagai wilayah yang terdampak.
Beberapa jam setelah gempa terjadi, otoritas pemantau tsunami menyatakan ancaman gelombang besar telah mereda. Namun, upaya penanganan pascabencana diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan seiring proses pemulihan di daerah yang terdampak paling parah.