9 Foto Rumah Baru Ananda Omesh, Bergaya Bata Ekspos dengan Nuansa Antik yang Memikat
Rumah baru Ananda Omesh dan Dian Ayu yang bergaya bata ekspos akhirnya terwujud setelah menunggu selama enam tahun.
Hunian baru yang dimiliki oleh kalangan selebriti Indonesia selalu menarik perhatian publik. Kali ini, presenter dan pelawak terkenal Ananda Omesh memperkenalkan rumah baru yang akan ia tempati bersama istri tercintanya, Dian Ayu Lestari.
Mereka membagikan momen berharga saat pertama kali menginjakkan kaki di kediaman yang baru saja mereka peroleh. Proses pencarian tempat tinggal yang sesuai dengan keinginan pasangan ini ternyata memakan waktu yang cukup lama, yakni sekitar enam tahun. Melalui unggahan di media sosial, Omesh mengungkapkan bahwa mereka akhirnya menemukan hunian impian setelah menyelesaikan ibadah di Tanah Suci.
Hunian yang kini menjadi milik keluarga Omesh memiliki konsep yang berbeda dibandingkan dengan rumah artis lainnya. Material lokal seperti tanah liat dan batu bata merah mendominasi struktur bangunan, memberikan kesan antik dan unik.
Gaya klasik sangat kental terasa, terutama terlihat dari lengkungan pintu masuk dan dinding di bagian tengah rumah. Secara keseluruhan, tempat tinggal anggota The Prediksi ini mengusung gaya bata merah ekspos yang terkesan kuno, tetapi tetap modern dan nyaman. Informasi lebih lanjut mengenai hunian ini dapat disimak dalam ulasan yang dirangkum oleh Liputan6 pada Minggu (7/6).
Gambar rumah baru Ananda Omesh di area teras halaman depan
Dalam unggahan Instagram @omeshomesh, terlihat potret rumah baru Ananda Omesh yang memiliki konsep bangunan klasik lawas yang berpadu harmonis dengan taman hijau di halaman depan. Dinding luar rumah ini dibangun dengan menggunakan material batu bata merah ekspos yang tidak dilapisi semen pada permukaannya. Kehadiran elemen air serta tanaman di sekitar teras luar berfungsi untuk menyeimbangkan suhu di pekarangan. Penataan pepohonan dilakukan dengan cermat agar tidak menghalangi akses menuju pintu utama bangunan.
Menurut Ananda Omesh, hunian ini adalah impiannya bersama istri yang telah mereka idamkan selama enam tahun terakhir. Mereka berhasil memiliki rumah ini setelah menunaikan ibadah haji pada tahun 2025.
"Hampir 6 tahun kami mencari rumah baru dan belum ada yang berjodoh sambil terus menabung, kemudian tahun lalu di 2025 setelah uang mulai terkumpul Ibu meminta kami menunaikan ibadah haji yang berarti akan memotong uang tabungan rumah kami," tulis Omesh dalam unggahannya. Keberhasilan ini menandakan bahwa impian mereka akhirnya terwujud setelah perjuangan yang panjang.
Pintu utama
Beranjak ke akses pintu utama, terlihat bahwa pintu tersebut menggunakan desain dengan bagian atas yang melengkung. Material utama yang digunakan untuk rangka pintu ini adalah kayu, yang dipadukan dengan lembaran kaca berpetak yang menghiasi seluruh fasadnya. Model melengkung di bagian atas pintu ini selaras dengan susunan bata merah yang dipasang melingkar di atas kusen. Pola penyusunan bata merah pada dinding sekitar pintu dibuat dengan sangat rapi sehingga memberikan kenyamanan visual.
Dalam potret tersebut, Omesh menuliskan harapan yang berkaitan dengan impian keluarga yang diharapkan dapat terwujud secara bertahap.
"Semoga di balik pintu rumah ini, satu per satu impian kita berdua pelan-pelan mulai terwujud," tulisnya. Harapan ini mencerminkan optimisme dan keyakinan bahwa setiap impian akan memiliki jalannya untuk menjadi kenyataan, seiring dengan waktu dan usaha yang dilakukan.
Ruang tengah rumah baru Ananda Omesh terlihat sangat menarik
Begitu memasuki area dalam bangunan, ruang tengah menyuguhkan konsep yang unik dengan dinding yang dicat putih. Omesh dan Dian Ayu tampak berdiri berdampingan di tengah ruangan yang masih kosong, tanpa adanya furnitur yang menghiasi. Pembatas antar ruang di area ini didesain menggunakan sekat berbentuk gerbang melengkung, yang selaras dengan bentuk pintu utama. Lantai ruangan dilapisi ubin keramik yang mampu memantulkan cahaya lampu dari langit-langit dengan merata. Ruang tengah ini direncanakan akan diisi secara bertahap dengan berbagai perlengkapan rumah tangga yang mereka butuhkan.
"Di sinilah kita sekarang, ruang tengah masih kosong, tapi senyum kita udah penuh. Siap ditata pelan-pelan!," tulisnya lagi. Kalimat tersebut mencerminkan semangat dan harapan mereka untuk mengisi ruang tersebut dengan berbagai benda yang akan mempercantik dan membuatnya lebih fungsional. Proses penataan yang dilakukan secara bertahap menunjukkan bahwa mereka ingin menciptakan suasana yang nyaman dan hangat di dalam rumah mereka. Dengan setiap langkah yang diambil, mereka berusaha untuk menjadikan ruang ini sebagai tempat yang penuh kenangan dan kebahagiaan.
Struktur bagian langit-langit di rumah baru milik Ananda Omesh
Dalam sudut pandang dari bawah, terlihat langit-langit ruangan yang dibangun dengan ketinggian yang cukup dari lantai. Rangka penopang atap dibiarkan terekspos tanpa penutup plafon dan dicat dengan warna gelap untuk menciptakan kontras yang menarik. Di tengah-tengah rangka atap tersebut, terpasang sebuah lampu gantung yang memiliki beberapa wadah lampu melingkar. Omesh dan Dian tampak berdiri bergandengan tangan, mengarahkan pandangan mereka ke atas struktur ruangan. Di situ, terungkap bahwa keinginan untuk memiliki hunian impian mereka dikabulkan dengan cepat oleh Allah.
Sebelumnya, mereka sempat menggunakan tabungan untuk pergi haji, namun hal itu justru mendatangkan rezeki yang membuat mimpi mereka terwujud. "Kami bulatkan hati untuk berangkat karena kami merasa sudah saatnya menjalankan perintah Allah. Salah satu doa kami ketika berhaji adalah, 'Ya Allah, berikanlah kami rumah yang kami impikan, rumah yang berkah, rumah tempat keluarga kami bertumbuh, rumah yang akan menjadi tempat kami menjalankan ibadah kepada-Mu'," tulis Omesh di caption. Qadarullah, sebulan setelah pulang dari haji, tanpa disengaja mereka mengobrol dengan sahabat yang ternyata ingin menjual rumah keluarganya. Keesokan harinya, mereka sekeluarga melihat rumah tersebut dan merasa sangat cocok dari semua aspek.
Setelah melewati berbagai proses, Allah pun cukupkan rejeki mereka untuk membeli rumah ini. Dengan penuh rasa syukur, Omesh dan Dian merasakan betapa besar nikmat yang diberikan kepada mereka. Hal ini menunjukkan bahwa keyakinan dan usaha yang dilakukan dengan tulus akan membuahkan hasil yang memuaskan. Mereka percaya bahwa setiap langkah yang diambil adalah bagian dari rencana Allah yang lebih besar, dan mereka akan menjadikan rumah ini sebagai tempat yang penuh berkah bagi keluarga mereka.
Tempat berbincang santai di rumah baru Ananda Omesh sangat nyaman
Momen kebersamaan Omesh dan Dian terekam di sebuah ruangan dengan lantai bergaya urat kayu horizontal. Dinding di sekitar ruangan tersebut menampilkan kombinasi dua jenis material yang berbeda pada setiap sisi permukaannya. Di sisi kiri, terdapat batako putih bertekstur, sedangkan sisi kanan mempertahankan bata merah tanpa lapisan semen. Dua bingkai kaligrafi terpasang berdampingan pada dinding bata merah yang terletak dekat jendela kayu. Omesh terlihat duduk di tepi sebuah struktur permanen yang dilapisi kain bermotif sajadah, sementara Dian Ayu berdiri di depannya. Mereka terlibat dalam percakapan mendalam mengenai perjalanan hidup mereka.
Narasi dalam bagian ini mencerminkan sebuah perenungan tentang usaha manusia yang harus diiringi dengan doa dan keyakinan. Omesh menyatakan, "Jadi sadar ya kita, Mi, kalau usaha kita berdua aja gak akan pernah cukup. Ternyata, kuncinya, harus dijemput lewat doa, minta rumah yang berkah." Pernyataan ini menunjukkan bahwa mereka menyadari pentingnya spiritualitas dalam mencapai tujuan hidup. Keduanya sepakat bahwa usaha tanpa dukungan doa tidak akan membawa hasil yang maksimal, sehingga menekankan pentingnya hubungan spiritual dalam perjalanan mereka.
Foto Rumah Baru Ananda Omesh di Area Teras Belakang
Di ruangan lain, suasana di bagian belakang bangunan terlihat menghadap langsung ke kolam renang. Ketika hujan turun, jendela kayu yang terletak di sepanjang koridor luar sisi rumah masih mempertahankan gaya klasiknya. Dinding pembatas pekarangan yang tinggi, yang terbuat dari susunan material batu bata, dengan jelas membatasi area pekarangan belakang ini. Koridor ini berfungsi sebagai pemisah antara area dalam dan ruang terbuka di luar, sekaligus menjadi tempat yang paling nyaman untuk berteduh dari hujan.
Ananda Omesh baru saja memamerkan rumah barunya yang dilengkapi dengan kolam renang terbuka
Halaman belakang bangunan ini dilengkapi dengan kolam renang yang berfungsi untuk aktivitas berenang. Pembatas kolam terbuat dari material ubin yang memiliki warna serasi dengan dinding pagar di sekeliling pekarangan, menciptakan kesan harmonis. Di tepi kolam, terdapat tangga yang terbuat dari logam tahan karat, berfungsi sebagai akses untuk masuk dan keluar dari kolam. Selain itu, pagar pengaman juga dipasang pada batas tertentu untuk memberikan pemisahan yang jelas antara kolam dan area berjalan.
Di sekitar kolam renang, dinding menerapkan terakota atau bata ekspos yang memiliki warna merah natural alam (earth tone). Desain ini tidak hanya menambah estetika, tetapi juga memberikan nuansa alami yang menyatu dengan lingkungan sekitar. Kombinasi antara kolam, pagar, dan dinding menciptakan suasana yang nyaman dan aman bagi penghuni. Fasilitas ini tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi penghuni rumah, menjadikannya tempat yang ideal untuk bersantai dan beraktivitas.
Foto rumah baru Ananda Omesh di bagian pekarangan belakang yang terbuka
Dalam foto berikut, Omesh tampak berdiri di tepi kolam renang yang penuh dengan air. Di sisi kolam, terdapat sebuah bangunan kecil yang beratap genteng, berfungsi sebagai tempat beristirahat, dan menghadap ke arah taman. Lantai di sekitar kolam ditutupi dengan ubin batu yang dipasang dengan pola geometris yang rapi di seluruh permukaan. Melalui keterangan di foto, Omesh menggambarkan area ini sebagai lokasi yang akan sangat disukai oleh anak-anak mereka, karena terdapat ruang terbuka hijau dan kolam renang yang menyenangkan.
Struktur bangunan utama di bagian belakang rumah baru Ananda Omesh
Potret terakhir menunjukkan Omesh dan Dian Ayu berdiri berdampingan di depan bangunan utama di bagian belakang rumah mereka. Keduanya menuliskan harapan agar rumah ini dapat terus ditata dan dibangun secara bertahap menjadi tempat tinggal impian mereka. Mereka merasa bersyukur karena langkah ibadah haji yang telah dilakukan sebelumnya membuka pintu rezeki, sehingga mereka berhasil memiliki tempat tinggal ini. Omesh dan Dian Ayu berharap dapat menjaga amanah dari rumah tersebut sebagai ruang untuk bertumbuh dan berkolaborasi sebagai sebuah keluarga.
"Doa dan ikhtiar kami langsung Allah balas, Allah titipkan rumah ini, semoga kami bisa menjaga amanah ini, mohon doa dari teman-teman semua untuk kami memulai cerita baru yang Allah ridhoi," tulis Omesh dalam keterangan yang menyertai potret tersebut. Dengan penuh harapan, mereka ingin rumah ini menjadi tempat yang tidak hanya nyaman, tetapi juga dipenuhi dengan kasih sayang dan kebersamaan. Melalui setiap langkah kecil dalam proses pembangunan, mereka yakin bahwa setiap usaha akan membuahkan hasil yang baik dan berkah.
Konsep dinding bata ekspos
Konsep dinding bata ekspos merupakan teknik penyelesaian dinding yang membiarkan material batu bata tetap terlihat tanpa dilapisi plester atau semen. Dengan cara ini, penggunaan material tersebut mampu menonjolkan tekstur alami serta warna asli tanah liat, sehingga menciptakan kesan bangunan yang hangat dan tradisional. Selain itu, bata ekspos juga memberikan karakter yang unik pada setiap bangunan, menjadikannya lebih menarik dan berkesan.
Desain pintu dan jendela berbentuk lengkung (arch) banyak digunakan karena fungsinya dalam memberikan karakter klasik pada bangunan. Bentuk melengkung ini tidak hanya melunakkan garis-garis kaku, tetapi juga memungkinkan penggunaan panel kaca yang lebih luas, sehingga dapat memaksimalkan pencahayaan alami yang masuk ke dalam ruangan. Hal ini menjadikan interior lebih terang dan menyenangkan bagi penghuni.
Memiliki atap tinggi (high ceiling) di dalam rumah memberikan berbagai keuntungan. Struktur atap yang tinggi dengan rangka terekspos membantu kelancaran sirkulasi udara, sehingga suhu di dalam ruangan tetap sejuk meskipun tanpa pendingin udara berlebih. Selain itu, langit-langit yang tinggi memberikan kesan ruangan yang lebih lapang dan megah, menciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan bagi para penghuninya.
Untuk menciptakan suasana asri pada halaman belakang rumah, salah satu cara yang dapat diterapkan adalah dengan memadukan elemen air, seperti kolam renang, dengan area hijau yang ditanami rumput atau pohon peneduh. Penggunaan material alami, seperti ubin batu dan bata merah pada area pagar, juga berkontribusi dalam menciptakan kesan bahwa area terbuka terasa lebih menyatu dengan alam sekitar. Dengan demikian, penghuni rumah dapat menikmati suasana yang segar dan menenangkan.
Warna putih sering dipadukan dengan material bata merah pada interior karena memberikan keseimbangan visual yang harmonis. Dinding batako berwarna putih dapat mencegah ruangan terasa terlalu gelap atau berat akibat dominasi warna bata. Perpaduan ini menciptakan kesan ruangan yang bersih dan cerah, sambil tetap mempertahankan tekstur material bangunan yang jujur dan apa adanya. Hal ini menjadikan interior lebih menarik dan nyaman untuk dihuni.