Gempa Magnitudo 7,7 Berpotensi Tsunami, BPBD Sulut Imbau Warga Siaga dan Jauhi Laut
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut pun mengimbau kepada warga untuk siaga dan menjauhi laut.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi di Mindanao, Filipina berpotensi tsunami di sejumlah wilayah di Provinsi Sulawesi Utara.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut pun mengimbau kepada warga untuk siaga dan menjauhi laut.
Sekretaris BPBD Sulut Jerry Hamonsia mengatakan peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait gempa magnitudo 7,7 perlu diantisipasi. Apalagi, potensi tsunami terjadi.
"Kami imbau masyarakat yang ada di pesisir untuk menjauhi laut. Tetap waspada dan jangan panik," ujarnya kepada wartawan, Senin (9/6).
Sementara terkait dampak gempa, Jefry mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan. Jefry mengaku sudah berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota di Sulut.
Hal senada disampaiikan Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Manado, Angelina Juli Bajodo. Angelina mengimbau warga menjauhi pantai sementara waktu.
"Kami imbau masyarakat tidak mendekati area pantai dan mencari daerah yang lebih tinggi sementara waktu," ucapnya.
Peringatan Tsunami
Sebelumnya, gempa bumi kuat mengguncang wilayah Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Senin (8/6/2026) pagi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa awal berkekuatan magnitudo 7,9 sebelum dimutakhirkan menjadi magnitudo 7,7.
Berdasarkan informasi BMKG via X, gempa terjadi pada pukul 06.37 WIB dengan pusat gempa berada di laut sekitar 236 kilometer barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.
Pada pemutakhiran data, BMKG mencatat lokasi gempa berada pada koordinat 5,79 Lintang Utara dan 125,14 Bujur Timur dengan kedalaman 47 kilometer.
Seusai gempa terjadi, BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah di Indonesia.