BMKG Catat Gempa Bumi Sigi Magnitudo 4,8 Guncang Sulawesi Tengah, Tidak Berpotensi Tsunami
Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, diguncang Gempa Bumi Sigi berkekuatan M 4,8 pada Sabtu sore. BMKG memastikan gempa dangkal ini tidak berpotensi tsunami dan akibat aktivitas Sesar Palukoro.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya Gempa Bumi Sigi dengan magnitudo 4,8 yang mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Gempa ini terjadi pada hari Sabtu, 16 Mei, tepatnya pukul 16.34 WITA, dan dirasakan di beberapa wilayah sekitar.
Gempa tersebut tercatat memiliki kedalaman 10 kilometer dan berlokasi di darat, sekitar 21 kilometer Utara Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Djati Cipto Kuncoro, menegaskan bahwa Gempa Bumi Sigi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Menurut penjelasan Cipto, Gempa Bumi Sigi ini termasuk dalam kategori gempa dangkal. Kejadian ini diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif, yaitu Sesar Palukoro, yang memang melintasi wilayah tersebut.
Karakteristik dan Penyebab Gempa Bumi Sigi
Gempa Bumi Sigi yang terjadi sore hari ini memiliki episenter yang terletak pada koordinat geografis 1,20 Lintang Utara dan 119,89 Bujur Timur. Lokasi ini mengindikasikan bahwa pusat gempa berada di daratan, bukan di laut.
Djati Cipto Kuncoro menjelaskan bahwa dengan meninjau lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, Gempa Bumi Sigi ini dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal. Kedalaman yang relatif dangkal ini seringkali menyebabkan guncangan yang lebih terasa di permukaan.
Penyebab utama dari Gempa Bumi Sigi ini adalah aktivitas Sesar Palukoro. Sesar ini merupakan salah satu sesar aktif yang dikenal di wilayah Sulawesi Tengah dan seringkali menjadi pemicu gempa di area tersebut.
Meskipun demikian, BMKG telah memastikan bahwa karakteristik Gempa Bumi Sigi ini tidak memenuhi kriteria untuk memicu gelombang tsunami. Hal ini menjadi informasi penting untuk menenangkan masyarakat di sekitar lokasi kejadian.
Dampak Guncangan dan Imbauan Keselamatan
Berdasarkan estimasi peta guncangan yang dikeluarkan oleh BMKG serta laporan dari masyarakat, Gempa Bumi Sigi ini menimbulkan guncangan yang bervariasi. Di Kabupaten Sigi sendiri, intensitas guncangan mencapai skala IV Modified Mercalli Intensity (MMI).
Sementara itu, di Kota Palu, yang tidak terlalu jauh dari pusat Gempa Bumi Sigi, guncangan dirasakan dengan intensitas skala III MMI. Skala ini menunjukkan bahwa getaran dirasakan nyata di dalam rumah, terasa seperti ada truk yang melintas.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan signifikan yang diakibatkan oleh Gempa Bumi Sigi tersebut. BMKG terus memantau situasi dan mengumpulkan informasi terkait dampak yang mungkin terjadi di lapangan.
Selain Gempa Bumi Sigi utama, BMKG juga mencatat adanya satu kejadian gempa bumi susulan. Gempa susulan ini memiliki magnitudo 1,7 dengan kedalaman 5 kilometer, terjadi hingga pukul 17.00 WITA.
Cipto mengingatkan seluruh masyarakat di Sulawesi Tengah, khususnya di Kabupaten Sigi, untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang kebenarannya belum dapat dipertanggungjawabkan. Informasi resmi hanya bersumber dari BMKG.
Sumber: AntaraNews