Gempa Dangkal Magnitudo 3,1 Guncang Majalengka, BMKG Ungkap Penyebabnya
Gempa bumi dangkal berkekuatan M 3,1 mengguncang Majalengka pada Minggu pagi akibat aktivitas sesar aktif. BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan mencari informasi resmi.
Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 3,1 mengguncang wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada Minggu pagi. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 10.01 WIB, menyebabkan getaran yang dirasakan oleh sebagian masyarakat di beberapa daerah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa guncangan tersebut berasal dari aktivitas sesar aktif lokal. Episenter gempa Majalengka ini terletak pada koordinat 6.84 LS dan 108.22 BT, menunjukkan lokasi yang spesifik.
Tepatnya, lokasi gempa berada di Kabupaten Majalengka dengan kedalaman hiposenter yang dangkal, yakni 14 kilometer. Informasi penting ini disampaikan oleh Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu, kepada publik untuk memberikan kejelasan.
Analisis BMKG Mengenai Gempa Majalengka
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini merupakan jenis gempa dangkal. Karakteristik ini disebabkan oleh aktivitas sesar aktif di wilayah Majalengka, yang memang memiliki potensi pergerakan sesar.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi tergolong dangkal. "Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif wilayah setempat," kata Teguh dalam keterangan resminya.
Kondisi gempa dangkal ini seringkali menyebabkan dampak getaran yang lebih terasa di area sekitar pusat gempa dibandingkan gempa yang lebih dalam. Oleh karena itu, meskipun magnitudo relatif kecil, getarannya bisa cukup signifikan bagi warga Majalengka dan sekitarnya.
BMKG terus memantau aktivitas seismik di wilayah tersebut secara berkala. Pemantauan ini penting untuk mengantisipasi potensi kejadian serupa dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat terkait gempa Majalengka.
Dampak dan Imbauan Pasca Gempa Majalengka
Berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa Majalengka dirasakan di daerah Kabupaten Bener Meriah dengan skala intensitas III MMI. Skala ini menggambarkan getaran yang dirasakan nyata di dalam rumah, bahkan terasa seperti ada truk besar yang melintas di dekatnya.
Meskipun getaran cukup terasa dan menimbulkan kekhawatiran, BMKG melaporkan bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan. Kondisi ini menjadi kabar baik bagi warga yang terdampak gempa Majalengka, menunjukkan dampak yang tidak terlalu parah.
Hingga pukul 10:20 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa belum ada kejadian gempa bumi susulan. Situasi ini membantu menjaga ketenangan di tengah masyarakat pasca guncangan gempa Majalengka.
Kepada masyarakat, Teguh mengimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Penting bagi warga untuk selalu mencari informasi resmi dan terverifikasi mengenai gempa Majalengka dari sumber yang kredibel.
Teguh juga mengingatkan agar masyarakat memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG. Informasi yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi adalah satu-satunya rujukan terpercaya untuk memahami kondisi pasca gempa Majalengka.
Sumber: AntaraNews