Satu Keluarga Tersambar Petir di Simalungun, Seorang Ibu Meninggal Dunia dan Suami Kritis
Korban meninggal dunia bernama Lirahayu Siregar (30), sedangkan suaminya, Suratman Damanik (49) masih menjalani perawatan intensif.
Seorang ibu rumah tangga tewas dan suaminya kritis setelah tersambar petir saat berteduh dari hujan deras di Nagori Bandar Betsy I, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, Selasa (16/6) malam.
Korban meninggal dunia bernama Lirahayu Siregar (30), sedangkan suaminya, Suratman Damanik (49) masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU Rumah Sakit Laras Simalungun.
Sementara itu, tiga anak pasangan tersebut, yakni Nyumanda Fahri Damanik (11), Geisan Damanik (6), serta Dafri Suhada Damanik (3), selamat tanpa mengalami luka fisik dan kini berada dalam pengasuhan keluarga.
Kepala Seksi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.00 WIB saat korban bersama keluarga pulang dari rumah kerabat menggunakan sepeda motor.
Ketika dalam perjalanan, hujan deras mengguyur kawasan tersebut sehingga Suratman memutuskan berhenti dan berteduh di lokasi kejadian.
"Kondisi saat itu gelap. Korban Lirahayu kemudian menyalakan senter dari telepon genggamnya untuk menerangi sekitar," kata Verry, Rabu (17/6).
Namun nahas, sesaat kemudian petir menyambar lokasi tempat keluarga itu berteduh. Akibat sambaran petir tersebut, Lirahayu dan Suratman terjatuh dan tidak sadarkan diri. Anak sulung korban kemudian berlari meminta pertolongan kepada warga yang berada sekitar 500 meter dari lokasi kejadian.
"Anak korban pertama meminta tolong kepada warga sekitar yang kemudian datang membantu proses evakuasi," ujar Verry.
Sempat Dibawa ke Rumah Sakit
Warga bersama keluarga membawa seluruh korban ke Rumah Sakit Laras untuk mendapatkan penanganan medis. Peristiwa tersebut juga dilaporkan ke Polsek Bandar Huluan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Lirahayu dinyatakan meninggal dunia. Sementara Suratman masih menjalani perawatan intensif akibat luka yang dideritanya.
"Setelah dilakukan pemeriksaan secara medis, Lirahayu meninggal dunia. Sementara Suratman Damanik masih menjalani perawatan di ruang ICU. Tiga anak mereka dinyatakan selamat tanpa mengalami luka fisik," ungkap Verry.
Selanjutnya, jenazah Lirahayu telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Polisi juga terus memantau perkembangan kondisi kesehatan Suratman di rumah sakit.
"Polres Simalungun menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban," pungkas Verry.