Pasutri di Ogan Komering Ilir Disambar Petir saat Garap Sawah, Satu Orang Meninggal di Tempat
Korban mengalami luka bakar di leher berupa garis lingkar di bagian depan.
Seorang petani berinisial IS (56), meninggal dunia setelah tersambar petir. Peristiwa itu membuat istri korban mengalami syok berat.
Peristiwa itu bermula saat korban dan istrinya berinisial LD (58), sedang menggarap sawah milik mereka di Pematang Ketapang, Desa Berkat, Sirah Pulau Padang, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan, Rabu (10/6) sore. Saat berada di tengah hamparan sawah yang luas, cuaca mendadak mendung dan hujan disertai angin kencang.
Dalam kondisi itu, pasutri tersebut berupaya menuju pondokan yang cukup jauh untuk berlindung. Belum tiba di tempat tujuan, tiba-tiba petir menyambar korban IS hingga tewas di tempat.
Kondisi Korban
Korban mengalami luka bakar di leher berupa garis lingkar di bagian depan. Sementara istrinya tidak ada luka, tetapi syok akibat peristiwa yang dialami suaminya terjadi di hadapannya secara langsung.
Warga berbondong-bondong menuju TKP untuk mengevakuasi korban. Sementara istrinya harus mendapatkan pendampingan akibat traumatik yang dialaminya.
"Benar, ada petani meninggal dunia disambar petir saat menggarap sawah, istrinya selamat," kata Kapolsek SP Padang Iptu Ade Candra Saputra, Kamis (11/6).
Warga Diimbau Tak Beraktivitas di Tempat Terbuka saat Hujan
Dari kejadian itu, kepolisian mengimbau petani yang beraktivitas di tempat terbuka dapat waspada karena memiliki risiko sangat besar saat hujan disertai angin kencang. Petani segera mencari tempat berlindung ketika cuaca mendadak berubah.
"Diupayakan cari tempat berteduh yang aman, hindari tetap berada di areal terbuka karena berisiko tersambar petir," kata Ade.