Dua Pelaku Perundungan Anak di Taman Kramat Pulo Jakpus Sujud Minta Maaf, Keluarga Korban Ingin Proses Hukum Lanjut
Mediasi kedua belah pihak sempat berlangsung pada Selasa (9/6). Kedua pelaku berinisial R (18) dan L (14) meminta maaf, bahkan sujud di hadapan orangtua korban.
Keluarga MWP (6), anak korban perundungan di Taman Kramat Pulo, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat menolak damai. Ibu MWP, Vira Ismayanti (26), menyebut pihak keluarga akan terus melanjutkan proses hukum.
"Kalau diproses sih sudah diproses ya, sudah secara hukum juga. Saya sih pengen cepat-cepat pelakunya tuh ditangkap, secepatnya gitu," kata Vira di kediamannya, Kamis (11/6).
Mediasi Keluarga Korban dan Pelaku
Vira mengakui proses mediasi kedua belah pihak sempat berlangsung pada hari Selasa 9 Juni 2026. Kedua pelaku berinisial R (18) dan L (14) meminta maaf, bahkan sujud di hadapan Vira.
Dalam kesempatan tersebut, Vira mengatakan bahwa pelaku menjelaskan alasan mereka melakukan tindakan tersebut. Kedua pelaku mengaku berdalih awalnya karena korban memegang alat kelamin salah satu pelaku. Pelaku tidak terima dan mengaku emosi tindakan korban tersebut.
"Ternyata saya lihat CCTV tuh enggak ada kayak gitu. Ternyata dia cuma halu-halu aja kalau ngomong, pinter ngomong si pelakunya," kata Vira.
Orangtua Korban Minta Pelaku Dihukum
Saat ini, Vira hanya berharap para pelaku ditangkap dan diproses sesuai hukum perbuatannya. Apalagi insiden tersebut meninggalkan trauma bagi korban.
"Bilang (korban) sama saya 'Mama aku enggak mau pulang lagi ke sana, aku enggak mau pulang aku takut, takut digebuk pakai kayu," kata Vira sambil sedikit tersedu.
Kronologi Perundungan
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang bocah berinisial MWP (6) terkapar di dekat tiang listrik setelah diduga menjadi korban perundungan di Taman Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat.
Peristiwa perundungan itu terekam kamera CCTV dan videonya viral di media sosial. Dalam rekaman beredar, korban mengenakan pakaian merah terlihat dipegang dan diangkat oleh dua remaja.
Dalam video itu, korban terlihat berusaha melepaskan diri namun gagal. Tak lama kemudian, korban terjatuh dan kehilangan kesadaran.
Dua anak diduga terlibat dalam kejadian itu kemudian meninggalkan lokasi. Beberapa warga tampak berada di sekitar taman saat peristiwa terjadi.
Tak berselang lama, seorang pria mendatangi korban dan menjauhkannya dari tiang tersebut. Korban kemudian mendapat pertolongan sebelum dibawa ke rumah sakit.