GoTo Siap Borong Hingga 70 Miliar Saham Lewat Buyback Rp 3,5 Triliun
Aksi korporasi itu akan dilaksanakan setelah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 19 Juni 2026.
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp 3,5 triliun. Aksi korporasi tersebut akan dilaksanakan setelah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 19 Juni 2026.
Mengutip Keterbukaan Informasi BEI, Selasa (16/6/2026), dalam tambahan informasi terbaru yang disampaikan GOTO, periode pelaksanaan buyback akan berlangsung selama 12 bulan, yakni sejak 19 Juni 2026 hingga 18 Juni 2027.
Dana yang digunakan seluruhnya berasal dari kas internal perusahaan, termasuk untuk menanggung biaya transaksi, biaya perantara perdagangan efek, serta biaya lainnya yang terkait dengan pelaksanaan pembelian kembali saham.
GoTo menegaskan telah mempertimbangkan kondisi keuangan perusahaan sebelum mengajukan rencana buyback tersebut. Perseroan menilai posisi kas dan setara kas serta deposito jangka pendek per 31 Desember 2025 masih memadai untuk mendukung aksi korporasi ini.
Meski pada tahun buku 2025 perusahaan masih mencatatkan rugi bersih, kinerja operasional GoTo menunjukkan perbaikan yang signifikan. Pada kuartal I-2026, Perseroan membukukan EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp 907 miliar.
Selain itu, GoTo juga berhasil mencatatkan laba bersih untuk pertama kalinya sebesar Rp 171 miliar pada kuartal I-2026. Pencapaian tersebut menjadi salah satu dasar yang mendukung keyakinan manajemen untuk menjalankan program buyback tanpa mengganggu kesehatan keuangan perusahaan.
Perseroan menegaskan penggunaan dana internal untuk buyback juga dilakukan guna memenuhi ketentuan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 29 Tahun 2023. Regulasi tersebut mengharuskan emiten memastikan sumber dana buyback tidak mengganggu kemampuan memenuhi kewajiban yang jatuh tempo, bukan berasal dari hasil penawaran umum, serta bukan dari pinjaman atau utang.
Potensi Membeli Hingga 70 Miliar Saham
Berdasarkan asumsi harga saham per 11 Juni 2026 dan rata-rata harga selama 90 hari kalender sebelumnya yang berada pada kisaran Rp 50 hingga Rp 51,4 per saham, GoTo memperkirakan dapat membeli kembali sekitar 68 miliar hingga 70 miliar saham Seri A.
Jumlah tersebut diperoleh dengan asumsi penggunaan dana buyback secara maksimal sebesar Rp 3,5 triliun. Perseroan juga memastikan jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 10% dari modal ditempatkan dan disetor, termasuk saham tresuri yang telah dimiliki saat ini.
Jika seluruh rencana buyback terealisasi, total saham tresuri GoTo diperkirakan meningkat menjadi sekitar 108 miliar hingga 110 miliar saham Seri A. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 9,1% hingga 9,2% dari total modal ditempatkan dan disetor Perseroan.
Manajemen menyatakan porsi tersebut masih berada dalam batas yang diperkenankan berdasarkan ketentuan POJK Nomor 29 Tahun 2023 dan Undang-Undang Perseroan Terbatas.
Saham Tresuri saat Ini Capai 39,43 Miliar Lembar
Hingga 31 Mei 2026, GoTo tercatat memiliki saham tresuri sebanyak 39,43 miliar saham Seri A. Jumlah tersebut setara dengan 3,31% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor Perseroan.
Dengan tambahan buyback yang direncanakan, kepemilikan saham tresuri perusahaan berpotensi meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan posisi saat ini.
Perseroan berencana untuk melakukan pembelian kembali saham dengan pertimbangan dan tujuan untuk memberikan fleksibilitas bagi Perseroan dalam pengelolaan modal, termasuk optimalisasi struktur modal.
Kemudian tujuannya, melalui Pembelian Kembali Saham, Perseroan berharap performa harga saham Perseroan dapat mencerminkan nilai fundamental yang sesungguhnya dari Perseroan.
Selain itu, pembelian kembali saham juga diharapkan dapat mendukung potensi pengembalian nilai yang lebih baik bagi pemegang saham di masa depan.