GMF Buka Peluang Bagikan Dividen Tahun Depan
GMF membuka peluang kembali membagikan dividen setelah kinerja keuangan membaik. Perseroan kini fokus menyelesaikan proses kuasi reorganisasi.
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) membuka peluang untuk kembali membagikan dividen kepada pemegang saham setelah mencatat perbaikan kinerja keuangan dalam dua tahun terakhir.
Namun, perseroan menegaskan terdapat tahapan strategis yang harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum rencana tersebut dapat direalisasikan.
Direktur Utama GMF Andi Fahrurrozi mengatakan perusahaan saat ini tengah menjalankan proses kuasi reorganisasi yang telah disampaikan kepada publik melalui keterbukaan informasi.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat struktur keuangan sekaligus membuka ruang bagi perseroan untuk membagikan dividen pada masa mendatang.
"Jadi, saat ini kami sudah memberikan keterbukaan informasi untuk kuasi reorganisasi. Pentingnya action kuasi reorganisasi ini adalah menjawab pertanyaan tadi, yaitu keinginan perusahaan untuk memberikan dividen di tahun depan," kata Andi dalam Public Expose Live 2026, Rabu (10/6/2026).
Kuasi Reorganisasi Jadi Fokus Perseroan
Andi menjelaskan, kuasi reorganisasi dilakukan untuk menata kembali posisi ekuitas perusahaan serta memperkuat fondasi keuangan jangka panjang.
Melalui langkah tersebut, GMF diharapkan memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam mengelola laba perusahaan sekaligus memenuhi ketentuan yang diperlukan untuk pembagian dividen kepada pemegang saham.
Perseroan menilai proses tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam transformasi keuangan yang tengah dijalankan, seiring upaya menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Pendapatan dan Laba Terus Bertumbuh
Sepanjang 2025, GMF membukukan kinerja yang melampaui target perusahaan. Direktur Keuangan GMF Tri Hartono menyampaikan pendapatan perseroan mencapai USD 491,8 juta, dengan EBITDA sebesar USD 80,24 juta dan laba bersih USD 33,96 juta.
"Pada akhir Desember 2025, GMF berhasil membukukan pendapatan sebesar USD 491,8 juta meningkat 109,65 persen dari target perusahaan. EBITDA tercapai USD 80,24 juta atau sekitar 108 persen dari target. Kemudian laba bersih meningkat menjadi USD 33,96 juta dibandingkan di USD 22,65 juta di tahun 2024," ujar Tri.
Kinerja positif juga berlanjut pada kuartal I 2026. Hingga Maret 2026, GMF mencatat pendapatan sebesar USD 114,94 juta atau tumbuh 20,53 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Hingga kuartal pertama di Maret 2026. Di Maret 2026 GMF membukukkan pendapatan year to date USD 114,94 juta meningkat 20,53 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu," kata Tri.
Pertumbuhan tersebut terutama ditopang meningkatnya aktivitas perawatan pesawat pada segmen commercial aviation yang masih menjadi penyumbang utama pendapatan perusahaan.
Untuk tahun 2026, GMF menargetkan pendapatan sebesar USD 542,79 juta, EBITDA USD 81,82 juta, serta laba bersih mencapai USD 34,47 juta.